KAB. CIREBON, (FC).- Sebagai salah satu garda terdepan penanganan Covid-19 di Kota Cirebon, Satpol PP sering harus langsung berhadapan dengan kerumunan massa.

Baik dalam tugasnya untuk sosialisasi maupun penegakan peraturan. Kondisi ini dinilai sangat rawan terpapar Covid-19.

Kasatpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan mengatakan, rapid test kepada seluruh anggotanya ini dilakukan guna mengantisipasi adanya personil yang bisa saja tertular Covid-19.

Secara fisik diakuinya semua anggotanya bagus, tapi ini tidak menjamin negatif Covid-19.

“Kita tidak ingin mengambil resiko, jangan sampai satu anggota yang tidak memiliki gejala tapi positif Covid-19 menularkan kepada yang lainnya,” ujar Andi kepada FC, Senin (10/8).

Selama menjadi bagian dari Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, semua anggota Satpol Pp terlibat langsung dalam berbagai kegiatan di lapangan. Dan semuanya memiliki resiko tinggi terhadap virus Corona tersebut.

Mendatangi dan mengamankan titik atau wilayah yang terdapat pasien positif Covid-19, kontak langsung dengan masyarakat sekitarnya dan masih banyak lagi tugas yang penuh resiko.

Dan rapid test ini menjawab kekhawatirannya terhadap adanya Anggota Satpol PP. “Alhamdulillah, hasil rapid test semuanya negatif,” imbuhnya.

Rapid test Seluruh Personil di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon pada beberapa hari lalu hasilnya sudah keluar. Dari seluruh yang menjalani rapid test dinyatakan negatif.

“Alhamdulillah 60 Anggota Satpol PP negatif. Tapi kami tetap mengingatkan anggota agar wajib menerapkan protokol kesehatan dalam bertugas,” kata Kasat Pol PP, Andi Armawan, Jumat (7/8).

Sementara Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Kota Cirebon Catur Wulan menambahkan, anggota yang di rapid test sebanyak 60 orang. Pelaksanaannya di Balai Diklat BKKBN Kota Cirebon. Hasilnya negatif, tidak ada yang terpapar Covid-19.

“Nantinya secara rutin rapid test ini akan dilakukan, selama pandemi Covid-19 ini belum berakhir,” pungkasnya. (Agus)