HANI 2026, BNNK Kuningan Gelar Donor Darah dan Ajak Warga Hidup Sehat
KUNINGAN, (FC).- Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Kabupaten Kuningan diwarnai aksi kemanusiaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kampanye hidup sehat sekaligus kepedulian sosial, Selasa (23/6).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BNNK Kuningan tersebut menjadi bagian dari upaya memperingat HANI dengan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat.
Tidak hanya menyuarakan bahaya penyalahgunaan narkoba, BNNK juga mengajak masyarakat berkontribusi nyata melalui aksi kemanusiaan yang bermanfaat bagi sesama.
Sejak pagi, peserta dari berbagai instansi dan kalangan masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan. Tercatat sekitar 100 orang mendaftarkan diri sebagai calon pendonor darah.
Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya personel Kodim 0615 Kuningan, pegawai KPP Pratama, DPMPTSP, Dinas Pendidikan, organisasi kemasyarakatan, pegiat anti-narkoba, hingga pelajar dari SMAN 2 Kuningan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, seperti Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan H. Apip Ropi’i, perwakilan Kejaksaan Negeri Kuningan Yustina Engelin K., Ketua DPC GRANAT Kabupaten Kuningan Dudi Budiana, serta Ketua DPD GMDM Kabupaten Kuningan Neni.
Kepala BNNK Kuningan, Agus Mulya, mengatakan peringatan HANI tahun ini sengaja dikemas melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, donor darah menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus wujud nyata semangat hidup sehat yang sejalan dengan gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Peringatan HANI tahun ini kami wujudkan dalam bentuk aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sinergi yang terlihat hari ini menunjukkan bahwa mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dari narkoba merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Agus menambahkan, setiap kantong darah yang terkumpul tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan medis, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Kuningan, Rudi Susanto, menjelaskan dari sekitar 100 peserta yang mendaftar, sebanyak 77 orang berhasil mendonorkan darah setelah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aksi sosial dan kemanusiaan.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari berbagai pihak. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian sosial masyarakat Kuningan,” kata Rudi.
Tak hanya melibatkan instansi dan masyarakat umum, pegawai BNNK Kuningan juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sebanyak 14 pegawai berhasil mendonorkan darah sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan yang digelar dalam rangka HANI 2026.
Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dimulai dari penerapan pola hidup sehat, produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Melalui momentum Hari Anti Narkotika Internasional 2026, BNNK Kuningan berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan generasi muda terus diperkuat guna mewujudkan Kabupaten Kuningan yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (Angga)








Tinggalkan Balasan