Hadapi Resesi, Bupati Majalengka Perkuat Sektor Pertanian
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Pemerintah pusat, melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Mahfud MD menyatakan bahwa Negera Indonesia akan dilanda resesi ekonomi dalam waktu dekat ini. Hal itu terjadi karena ekonomi terus merosot sebagai imbas pandemi virus Corona (Covid-19).
Persoalan itu mendapatkan perhatian dari Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi yang mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat (Jabr), HM. Ridwan Kamil, bersama para kepala daerah se-Jabar melalui Video Conference prihal bahaya resesi ekonomi kwartal III.
Menurut Karna, dari hasil pertemuan para kepala daerah itu dijelaskan, bahwa dampak resesi tersebut, sangat dikhawatirkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di berbagai perusahaan.
“PHK saat resesi terjadi karena permintaan atau konsumsi masyarakat mulai menurun, sehingga para pengusaha pun terpaksa harus melakukan efisiensi terhadap karyawannya melalui PHK,” ujarnya, Senin (31/8).
Dijelaskan dia, setelah terjadi PHK, otomatis pengangguran akan semakin meningkat, daya beli masyarakat menurun. Begitu pula jumlah masyarakat miskin akan semakin bertambah.
“Ya, ini dampak yang luar biasa jika negara kita terjadi resesi,” imbuhnya.
Meski demikian, lanjut dia, dalam skala lokal Majalengka, pihaknya sudah membentuk tim pengendalian dan pemulihan ekonomi yang diarahkan pada upaya pemberdayaan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan bantuan fasilitasi dan memback up permodalannya.
“Kami juga mendorong para petani Majalengka untuk memberdayakan lahan dengan mendiversifikasikan tanaman dan memberdayakan lahan kritis agar tidak menjadi lahan penggangguran yang tidak produktif,” katanya.
Selain itu, kata dia, sektor pertanian merupakan zona yang paling kecil terkena dampak Covid 19. Oleh karenanya, kekuatan ekonomi rakyat berada pada sektor pertanian.
“Bidang pertanian inilah yang menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan kita, dan sektor ini akan kami maksimalkan,” pungkasnya. (Ibin)








Tinggalkan Balasan