Golkar Jabar Perkuat Konsolidasi, Struktur Partai Diminta Solid hingga Desa
KAB. CIREBON (FC).- DPD Partai Golkar Jawa Barat terus memperkuat konsolidasi internal partai melalui kegiatan Pendidikan Politik Partai Golkar yang digelar di salah satu ballroom hotel di Kecamatan Kedawung, Sabtu (22/8).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman kader sekaligus mendorong penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, mengatakan pendidikan politik menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas dan memperkuat mesin partai menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Daniel menyampaikan, dirinya baru saja terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jawa Barat pada April 2026 lalu.
“Alhamdulillah saya terpilih sebagai Ketua Golkar Provinsi Jawa Barat mewakili Dapil Jabar 8. Wong Pantura terpilih lagi menjadi Ketua Golkar Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Menurut Daniel, kekuatan Partai Golkar di wilayah Dapil Jabar 8 harus terus dimaksimalkan. Apalagi, terdapat dua kader Golkar yang saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan tersebut.
Selain dirinya, terdapat Dave Laksono yang dipercaya menjadi pimpinan Komisi I DPR RI. Sementara Daniel dipercaya menjadi pimpinan Komisi III DPR RI.
“Kekuatan ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh konstituen yang ada di Dapil Jabar 8. Namun, seluruh kader juga harus terbuka dan inklusif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, penguatan Partai Golkar tidak bisa hanya dilakukan oleh individu tertentu, melainkan harus menjadi kerja bersama seluruh jajaran partai.
“Tidak bisa saya sendirian bergerak di Kabupaten Cirebon. Mas Dave juga tidak bisa sendiri. Semua harus diterima dengan baik oleh seluruh struktur Partai Golkar yang ada di Kabupaten Cirebon,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka, mengatakan pendidikan politik tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan memahami arahan partai untuk memperkuat kemenangan Golkar ke depan.
“Saya melihat ada beberapa hal penting. Mudah-mudahan angka kemenangan dan konsolidasi kita semakin kuat setelah pendidikan politik ini,” ujarnya.
Teguh menyebut, Partai Golkar harus terus melakukan transformasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ia mengibaratkan partai yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal.
“Kalau boleh saya contohkan, apa perbedaan dinosaurus dengan Partai Golkar? Dinosaurus punah karena tidak melakukan transformasi. Sementara Golkar terus melakukan transformasi dan konsolidasi politik,” katanya.
Menurutnya, meskipun Partai Golkar telah mengalami berbagai perubahan sejak awal berdiri sebagai Golongan Karya, semangat perjuangan untuk hadir di tengah masyarakat tetap menjadi bagian utama.
Teguh juga menyinggung perjalanan politik Golkar Kabupaten Cirebon yang sempat mengalami dinamika pada 2016. Namun, perbedaan tersebut akhirnya dapat disatukan demi kepentingan organisasi.
Ia menyebut sejumlah tokoh Golkar saat itu, seperti Daniel Mutaqien, Ade Barkah, Rio, Anton, hingga H. Cahyadi, mampu mengesampingkan kepentingan pribadi untuk membangun kembali soliditas partai.
“Dari perdamaian itulah lahir napas konsolidasi. Hari ini pendidikan politik menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa,” ungkapnya.
Melalui pendidikan politik tersebut, Partai Golkar berharap seluruh kader semakin memahami pentingnya kerja kolektif, menjaga kekompakan, serta memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat Kabupaten Cirebon. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan