KAB. CIREBON, (FC).- Partai Golkar Jawa Barat mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Penguatan struktur dan konsolidasi kader menjadi langkah awal yang dilakukan untuk merebut kemenangan pada pesta demokrasi mendatang.

Konsolidasi tersebut diawali melalui kegiatan Pendidikan Politik Partai Golkar yang digelar di Ballroom salah satu hotel di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (22/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan sebelum pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, mengatakan pendidikan politik menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kesiapan kader, baik dari sisi pemahaman organisasi maupun strategi menghadapi kontestasi politik ke depan.

Menurutnya, Golkar tidak ingin sekadar menjadi peserta pemilu, tetapi memiliki target besar untuk memenangkan pertarungan politik, baik legislatif maupun eksekutif.

“Target kita, Golkar di kabupaten-kabupaten bisa memenangkan kontestasi pada pemilu yang akan datang. Kemudian untuk eksekutif juga bisa kita rebut dari Partai Golkar,” ujar Daniel.

Ia menegaskan, waktu menuju Pemilu 2029 masih cukup panjang sehingga harus dimanfaatkan untuk menyusun strategi secara matang.

Mulai dari penguatan kader, menentukan figur potensial, hingga merancang pola pemenangan.

“Masih ada waktu menghadapi pemilu-pemilu yang akan datang. Kita harus mempersiapkan sebaik mungkin, sematang mungkin, siapa yang akan didorong dan strateginya seperti apa untuk memenangkan pemilu legislatif,” katanya.

Daniel menambahkan, seluruh strategi politik harus disusun secara terukur agar langkah partai semakin efektif dalam menghadapi persaingan politik mendatang.

Setelah konsolidasi tingkat provinsi selesai, Partai Golkar Jawa Barat akan melanjutkan penguatan organisasi di tingkat kabupaten dan kota.

Salah satunya melalui pelaksanaan Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon.

“Hari ini kita baru selesai konsolidasi di tingkat Jawa Barat. Kita akan melakukan konsolidasi di tingkat kabupaten dan kota. Itu yang awal kita lakukan,” ungkapnya.

Menurut Daniel, Musda menjadi tahapan penting untuk menentukan kepemimpinan partai di daerah.

Setelah ketua terpilih ditetapkan, proses dilanjutkan dengan penyusunan kepengurusan hingga penguatan struktur partai di tingkat kecamatan dan desa.

“Setelah Musda menentukan ketua terpilih, kemudian menentukan susunan kepengurusan. Baru konsolidasi sampai dengan tingkat akar rumput,” pungkasnya.

Melalui penguatan organisasi sejak dini, Golkar Jabar berharap seluruh kader memiliki kesiapan menghadapi Pemilu 2029 sekaligus mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai. (Johan)