KAB. CIREBON, (FC).- Masyarakat di wilayah Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon dihebohkan dengan kejadian gempa bumi berulang kali disertai dengan suara dentuman keras, Kamis pagi (15/6) sekitar pukul 07.20 WIB.

Meski getaran tidak terlalu besar namun warga memilih berada di luar rumah karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, bahkan beberapa sekolah lebih memilih memulangkan siswanya.

Salah seorang warga setempat Siti Maesaroh kepada Fajar Cirebon mengaku, guncangan gempa terasa hingga beberapa kali, bahkan sebelum gempa terjadi terdengar suara dentuman sangat keras hingga membuat kaca di rumah bergetar.

Bahkan, gempa terjadi secara beruntun hingga sekitar 5 kali guncangan, akan tetapi gempa yang dibarengi dengan suara dentuman sekitar 2 kali yang terdengar sangat keras yakni pada guncangan pertama dan ketiga.

” Kaget ada suara dentuman sangat keras kemudian terasa ada getaran, karena gempa meski kecil tapi berkali-kali maka kami dan warga lain memilih berada di luar rumah,” ujarnya.

Kepanikan juga sempat terjadi di kawasan Pondok Pesantren Bunten,  yang dekat dengan pusat gempa tersebut.

Ketua Bidang Pesantren Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet, M Luthfi Yusuf menyampaikan, gempa yang terjadi pagi ini di awali oleh suara dentuman yang sangat keras.

” Sebuah gempa yang diawali dengan dentuman yang sangat keras, memang ini saya kira baru terjadi,” ungkapannya.

Luthfi pun mengaku heran dengan suara dentuman yang sangat keras tersebut,  bahkan persekian detik disusul adanya guncangan gempa.

“Justru itu kami ingin menanyakan sumber dentuman tersebut, kalau gempa mungkin itu kan sering terjadi,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ini menjadi PR pihak terkait  untuk mengetahui sumber dentuman itu, dan kami pun menunggu penjelasan dari pihak terkait tentang suara dentuman tersebut.

Lebih lanjut Luthfi juga mengungkapkan, kepanikan memang sempat terjadi di beberapa pesantren. Bahkan, beberapa sekolah di wilayahnya ada yang langsung memulangkan murid-muridnya.

“Mungkin Itu salah satu bentuk dari kepanikan masyarakat,” katanya.

Luthfi pun mengakui, para santri di Pondok Pesantren Buntet sempat juga ada kepanikan namun setelah ada wejangan dari Kiai, santri kini mulai tenang kembali.

“Saya langsung konfirmasi ke beberapa Kiai di grup pengasuh Buntet. Ternyata betul ada kepanikan,” katanya.

Dirinya pun memastikan untuk bentuk kerusakan di kawasan Bunten Pesantren, tidak ada kerusakan parah yang terjadi.

“Saya sudah kroscek ke seluruh pesantren di Buntet, Alhamdulillah tidak ada,” pungkasnya. (Nawawi)