Gelombang Tinggi, Nelayan Cirebon Pilih Tambatkan Perahu
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Beberapa hari belakangan ini, wilayah Kota Cirebon diterjang angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang, namun durasinya cukup lama. Di beberapa tempat terjadi pohon tumbang dan di perairan Laut Cirebon gelombangnya cukup tinggi.
Para nelayan di pesisir Kota Cirebon yang berada di Kelurahan Panjunan, memilih menambatkan kapalnya. Mereka tidak melaut mengingat gelombang tinggi yang bisa mengancam keselamatannya.
M Soleh (50) seorang nelayan, kepada FC Senin (7/12) menuturkan, dirinya dan rekan seprofesinya tidak melaut dalam dua hari ini. Pasalnya, gelombang di Laut Cirebon tidak bersahabat, ini bisa menyebabkan kapal kecilnya terbalik dan membahayakan keselamatannya.
“Kalau tidak salah dari Sabtu kemarin kita tidak melaut. Gelombangnya tinggi, sekitar lebih dari 2 meter. Memang di pantai sih hanya setengah meter tapi kalau ketengah lain lagi ceritanya,” jelasnya.
Menurut Soleh, dirinya sudah memperkirakan sejak Jumat, cuaca akan terjadi angin kencang dan hujan. Dan benar saja, Hari Sabtu angin kencang menyebabkan gelombang tinggi.
Untuk ukuran kapal yang dimilikinya, tidak memungkinkan untuk melaut melawan gelombang itu.
Jikalau tetap memaksakan melaut, Soleh juga tidak yakin bisa mendapatkan hasil tangkapan yang banyak. Gelombang tinggi mempengaruhi keberadaan ikan, cumi dan lainnya.
Dan ini tidak akan menutup biaya operasional, seperti pembelian solar, persediaan makan dan lainnya.
“Kalau maksain melaut, ya rugi mas. Tangkapan sedikit tidak sebanding dengan pengeluaran,” terangnya.
Untuk mengisi kekosongan waktu, Soleh dan para nelayan lainnya memperbaiki kapal, mesin kapal dan jaring. Sehingga nanti bila digunakan semuanya sudah siap pakai.
Dia berharap, cuaca cepat kembali normal, karena tidak ada pekerjaan lain selain melaut yang menjadi nafkah pencahariannya.
Sementara dari informasi forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, Ahmad Faa Idzyn memperkirakan, dalam periode sepekan kedepan curah hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang, terjadi di wilayah Ciayumajakuning.
Dikatakannya, hasil analisis terkini menunjukan, terdapat potensi peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan. Peningkatan potensi pertumbuhan awan ini disebabkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil.
Selain itu ada pengaruh dari aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia.
“Terjadi juga pusaran angin (sirkulasi siklonik) yang terpantau di beberapa tempat yang dapat mendorong terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi),” cetusnya.
Atas hal itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir, hujan es dan bencana hidrologi lainnya. Seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, pohon tumbang dan jalanan licin.
Sedangkan untuk perairan, akan terjadi gelombang tinggi, yang bisa mencapai maksimum 3,5 meter dan pasang air laut mencapai 1 meter.
“Untuk itu kami meminta pihak yang berwenang dan masyarakat agar waspada. Terutama bagi nelayan jangan memaksakan melaut. Dan satu lagi banjir rob dari tingginya permukaan laut,” pungkasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan