Gedung Kantor Pemerintahan Minim Proteksi Kebakaran
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Sistem proteksi kebakaran di kantor-kantor pemerintahan di Kabupaten Cirebon masih minim.
Hal terrsebut membuat kantor-kantor di Sumber termasuk kantor Bupati dan gedung DPRD Kabupaten Cirebon sangat rawan akan bencana atau musibah kebakaran.
“Memang, paling tidak harus ada proteksi alat kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kalau hydrant dari sisi pembiayaan cukup lumayan,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Abdulah Subandi melalui Kabid Pencegahan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Engku Nursyamsu kepada wartawan, Minggu (24/10)..
Belum lama ini, terang Engku, pada saat pembahasan Perda Nomor 8 tahun 2020 dengan pansus DPRD setempat sudah membahas, ke depan gedung-gedung pemerintahan di Sumber ini sudah harus terpasang sistem proteksi kebakarannya, sebelum mewajibkan ke yang lain.
“Minimalnya kita memberikan contoh yang baik, sebelum kita menerapkan kepada yang lain. Alangkah baiknya kita perbaiki dulu sistem proteksi kebakaran kitanya,” jelas Engku.
Tetapi, Engku kembali menjelaskan, meski baru tersedianya APAR di kantor-kantor pemerintahan ini, tetapi dengan gedung sebesar atau seluas ini dalam Perda ada aturan mainnya.
Seperti contohnya, jarak 100 meter harus tersedia 1 APAR. “Nah kalau luasnya sangat luas tinggal dikalikan saja. Tapi APAR juga ada masa berlakunya alias kadaluarsanya. Jadi, meski baru adanya APAR saja, harus sering mengecek kondisi APAR nya,” terang Engku.
Engku menambahkan, minimalnya dengan adanya APAR ini sudah bisa mengantisipasi terjadinya kebakaran sebelum mobil pemadam kebakaran tiba. “Karena mobil kebakaran datang setelah adanya kejadian, tidak mungkin kan mobil pemadam kebakaran standby 24 jam,” imbuhnya.
Saat ditanya apakah di gedung-gedung pemerintahan (kantor bupati dan gedung DPRD,-red) sudah ada hydrant atau belum, Engku menegaskan, di dua gedung pemerintahan yang tergolong besar ini belum tersedianya hydrant.
Engku mengatakan, kedua gedung besar ini memang perlu adanya hydrant, akan tetapi kalau hydrant memang perlu perencanaan yang matang dan memerlukan biaya yang cukup besar.
“Belum ada hydrant. Karena hydrant memerlukan perencanaan dan kajian yang matang. Juga hydrant itu biayanya sangat besar sekali, sampai ratusan juta,” tukasnya. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan