Gebernur: Wilayah Zona Aman Boleh Melakukan KBM Tatap Muka
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil meperbolehkan proses belajar mengajar dilakukan kembali secara tatap muka di sekolah, dengan catatan, sekolah tersebut berada di wilayah yang memenuhi kriteria zona aman.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur kepada puluhan wartawan, saat ia berkunjung ke-Kabupaten Majalengka, Rabu, (22/7).
“Ya, wacana di Jabar ini, kecamatan-kecamatan atau wilayah yang sudah masuk zona hijau, seperti di Majalengka ini, sekolah-sekolah akan dipersiapkan untuk pembukaan dalam melaksanakan kembali proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengungkapkan, wacana pembukaan belajar di sekolah tersebut dumulai terlebih dahulu dari tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, selama satu bulan sebagai uji coba.
“Dimulai dulu dari tingkat SMA, karena usia anak-anak SMA akan lebih mudah di atur, beda dengan siswa-siswa di bawahnya. Setelah itu, pelan-pelan baru ke usia yang memang lebih dinamis, seperti tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), dan yang lainnya,” tuturnya.
Kendati begitu, lanjut dia, wacana tersebut tidak boleh dilaksanakan lintas kecamatan, jika terdapat siswa yang domisilinya berada di wilayah yang zonanya tidak memenuhi kriteria zona aman.
“Jadi, jika ada siswa yang domisilinya tidak masuk zona aman tapi sekolahnya berada di zona hijau, dia diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka di sekolah. Dia belajarnya tetap dengan cara daring,” katanya.
Lebih lanjut, Kang Emil meminta kepada Dinas Pendidikan, agar mempersiapkan protokol kesehatan sebagai pengamanan bagi siswa untuk mencegah dan melindungi para siswa dari penyebaran virus mematikan ini.
“Ya, saya minta agara Dinas Pendidikan mempersiapkan protokol kesehatan, sebagai sarana pengamanan terhadap para siswa di sekolah dari penyebaran Covid-19 ini,” pinta orang nomor satu di Provinsi Jabar ini mengakhiri.
Seperti diketahui, smenjak ditetapkannya virus Corona (Covid-19) sebagai wabah nasional beberapa bulan lalu oleh pemerintah, proses KBM di sekolah secara tatap muka hingga kini ditiadakan untuk sementara waktu, sehingga kegiatan belajar siswa terpakasa harus di rumahkan, atau dilaksanakan secara jarak jauh, atau melaui Daring. (Ibin)








Tinggalkan Balasan