GCM Bakal Gantikan Sementara Gedung Setda Kota Cirebon
KOTA CIREBON, (FC).- Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon yang diresmikan pada 2018 yang lalu, kini nampaknya harus segera diperbaiki.
Pasalnya, gedung 8 lantai yang menelan biaya dari APBD Kota Cirebon senilai Rp86 Miliar ini telah mengalami berbagai kerusakan.
Bahkan, kerusakan dari struktur bangunan Gedung Setda, dapat membahayakan para pegawai beraktifitas maupun tamu yang berkunjung didalamnya.
Atas hal tersebut, Pemkot Cirebon berencana melakukan perbaikan besar terhadap gedung yang “bermasalah” ini.
Tentunya, pegawai yang berkantor di dalamnya juga harus berpindah sementara waktu ke Grage City Mall (GCM) di Jalan Jend. Ahmad Yani, Pegambiran, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, sampai perbaikan selesai.
Dikonfirmasi Fajar Cirebon, Asisten Administrasi Umum Pemkot Cirebon, M. Arif Kurniawan membenarkan, akan rencana relokasi. Bahkan sudah dijadwalkan dimulai setelah lebaran Tahun 2026.
“Awal pindah setelah lebaran tahun depan ya, ada sekitar 170 pegawai yang akan direlokasi menjelang pemeliharaan dan perbaikan Gedung Setda,” jelasnya, Kamis (20/11).
Dikatakan Arif, perbaikan Gedung Setda ditopang dana Bantuan Gubernur (Bangun) senilai Rp15 miliar, ditambah Rp500 juta, khusus untuk penyusunan DED (Detail Engineering Design).Arif menuturkan, DED struktur akan disusun bersama Politeknik Negeri Bandung (Polban).
“Rapat sudah dilakukan, Polban setuju. Januari–Februari penyusunan DED, Maret kelar. Tahap selanjutnya adalah pekerjaan fisik. Informasi lengkapnya akan diumumkan Desember nanti. Jika tidak ada hambatan, pembangunan gedung Setda diproyeksikan mulai Mei 2026, masuk melalui APBD Parsial,” paparnya.
Agar hasilnya pekerjaannya maksimal, Pemkot Cirebon juga tengah menyiapkan proses pemilihan penyedia jasa yang benar-benar berkompeten.
Sementara itu juga kebutuhan selama masa relokasi juga sudah diperhitungkan.
“Anggarannya sudah ada. Kita siapkan untuk listrik, wifi, sampai penyekatan ruang di lokasi yakni Grage City Mall. Dan tidak bayar sewa untuk kita menempati disana,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Pemeriksa Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon sekaligus dosen Politeknik Negeri Bandung (Polban), Ir. Iskandar MT membeberkan ada temuan degradasi mutu beton pada Gedung Sekretariat Setda Kota Cirebon.
“Jadi memang ada degradasi mutu beton yang seharusnya di angka 300 itu turun,” kata Iskandar, pada Rabu (13/8/2025).
Akibat dari penurunan mutu tersebut, diperlukan perbaikan pada seluruh struktur utama gedung. Selain itu, harus ada perbaikan tulangan gedung harus diperbaiki dikarenakan ada kekurangan bahan.
“Tapi dihitung secara struktural akibat dimensinya yang besar itu masih stabil menurut layanannya, tapi untuk Standar Nasional Indonesia itu tidak masuk,” jelasnya.
Iskandar bilang, anggaran Rp86 miliar semestinya dapat dipergunakan untuk membangun gedung pemerintahan yang tahan 50 tahun.
“Kalau dilihat sekarang sendiri kan ada pengurangan mutu, pengurangan besi ya berartikan umurnya kurang, bisa jadi hanya 30 tahun atau kurang dari itu,” ungkapnya.
Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon sendiri selesai dibangun pada tahun 2018 lalu dan saat ini baru berusia tujuh tahun.
Kendati usianya masih muda, sudah terdapat lendutan atau lengkungan yang cukup parah dan sudah melebihi batas.
“Lendutan memang sudah melebihi, tapi itu ditopang oleh baja IBF, kalau untuk sementara masih aman asalkan tidak ditambah beban lagi, misalkan ditambah ruangan untuk perpustakaan, atau lainnya itu jangan pokoknya,” lontar Iskandar.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan selama sembilan bulan, lantai 4, 5, dan 6 harus menjadi prioritas perbaikan. Hal itu dikarenakan lendutannya sudah melebihi batas.
“Untuk biaya perbaikan, untuk strukturnya saja itu paling tidak Rp18 miliar, selain itu saya harap kapasitas di dalam gedung hanya ada 400 sampai 500 orang saja jangan lebih dari itu,” jelasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan