FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Ngaji Online
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Laboratorium Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon belum lama ini menggelar Seminar Nasional. Acara yang berlangsung via Zoom Meeting itu mengusung tema Ngaji Manuskrip Cirebon Terkait Al-Qur’an, Tafsir, dan Hadis.
Kepada FC Rabu (9/12), Dekan FUAD Dr H Hajam mengatakan, kajian ini merupakan kajian yang langka dan pertama kali dilakukan. Oleh karena itu, kajian ini harus rutin digelar, guna mengenai kajian-kajian naskah berupa naskah keagamaan, tasawuf, tafsir, hadis, fiqih, nahwu, dan lainnya.
“Kajian ini urgen, karena berkaitannya dengan distensi keilmuan FUAD yaitu salah satunya mengkaji naskah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Dr Hartati menceritakan, seminar ini berawal dari perbincangan antara Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ilmu Hadis (ILHA) yang kemudian ditindaklanjuti.
“Tujuan diadakan kegiatan ini untuk membekali mahasiswa dan IAT untuk menyusun proposal, baik proposal skripsi ataupun penelitian lainnya. Saya berharap, kajian ini dapat membantu pemerintah terutama Kemenag dalam wilayah kajian manuskrip terkait sumber data manuskrip di Cirebon,” jelasnya.
Sementara narasumber seminar tersebut Mukhtar Zaedin menyampaikan, manuskrip atau naskah kuno merupakan sumber informasi yang paling otentik pada masanya. Ada dua aliran naskah kuno yaitu aliran pesantren dan aliran keraton. Tempat penulisan naskah terjadi hanya di dua tempat itu sebagai pusat pendidikan.
Menurutnya, naskah itu hal yang amat penting sehingga perlu konservasi dan pemanfaatan. Pemanfaatan yang paling utama adalah kajian. Pihaknya menyambut baik tafsir hadis melakukan kajian terhadap naskah yang secara tidak langsung telah masuk dalam konservasi naskah kuno.
Mukhtar yang juga menjabat Pengurus Pusat Konservasi dan Pemanfaatan Naskah Klasik Cirebon memaparkan, pihaknya berhasil mengidentifikasi naskah yang ada di Cirebon selama 20 tahun. Ada kurang lebih ada 600 naskah kuno, di mana diklasifikasikan mengenai mushaf kurang lebih 20 naskah, naskah mengenai tafsir 2. Sedangkan hadis sampai hari ini belum menemukan.
“Naskah di Cirebon yang saya jumpai memakai 4 aksara diantaranya, Aksara Arab, Cacarakan, Aksara Pegon serta Aksara Latin,” tandasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan