KAB. CIREBON, (FC).- Aksi ratusan Kuwu yang sempat ricuh di gedung DPRD Kabupaten Cirebon, senin kemarin yang menuntut anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan mundur dan meminta maaf berbuntut panjang. Atas peristiwa tersebut Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon merasa tersinggung.

Ketua fraksi PDI Perjuangan Mustofa, balik menuding bahwa kericuhan tersebut justru bersumber dari pimpinan dewan itu sendiri.

“Kericuhan di Kantor DPRD adalah sebuah cipta kepentingan dan sebuah kekeliruan langkah. Saya tidak bermaksud mencari kambing hitam atau menyalahkan atas kericuhan yang terjadi. Saya hanya mencoba merasionalisasilan sebuah kondisi berdasarkan informasi dan fakta yg terjadi,” tegas Mustofa, Selasa (9/6).

Mustofa menjelaskan, kejadian itu berawal dari komentar anggota DPRD pada acara Talk Show. Lalu, muncul tuntutan dari para Kuwu yang meminta Anggota Komisi 4 meminta maaf dan mengklarifikasi atas komentarnya itu.

Aan Setiawan yang membuat pernyataan, dinilai Mustofa bahasa dan cara penyampainnya yang tidak di tata terlebih dahulu. Hal itu mengakibatkan cenderung menjustice para Kuwu.