MAJALENGKA, (FC).- Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Aop Ropiki Iskandar mengeluhkan biaya swab antigen di Kabupaten Majalengka yang saat ini harganya bervariasi.

Sehingga, banyak masyarakat yang melakukan test swab antigen merasa heran, kenapa ada perbedaan terkait biaya swab antigen.

“Hal ini kita sampaikan lantaran saat ini kebutuhan masyarakat akan swab antigen cukup tinggi,” ungkap Aop Ropiki, Rabu (4/8)

Contohnya, kata dia, bagi masyarakat yang ingin berpergian untuk mencari nafkah, bisa beberapa kali melakukan tes swab antigen mandiri.

Tujuan swab antigen untuk mengetahui kondisi masing-masing dan sebagai bukti jika di dalam perjalanan diperiksa oleh petugas.

Kondisi ini, menurutnya, cukup memberatkan masyarakat.

“Swab antigen mandiri yang kini dipatok di harga Rp100 ribu keatas, seharusnya bisa lebih murah,” ungkap Aop yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN.

Pihaknya berharap pemerintah daerah ikut memikirkan dan membantu beban masyarakat tersebut.

Bahkan, sebagai anggota Komisi IV, dirinya mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka agar bisa memberikan subsidi untuk masyarakat dengan ketentuan-ketentuan khusus.

Karena harga yang tinggi di tengah ekonomi yang terpuruk, membuat sebagian kelompok masyarakat tak mampu melakukan swab antigen. ‘

Padahal testing dalam kondisi-kondisi khusus harus dilakukan agar warga yang beraktivitas tak saling menularkan Covid-19.

“Bahkan kalau perlu membebaskan biaya swab tersebut buat masyarakat dengan ketentuan ketentuan khusus. Contohnya, masyarakat yang kurang mampu disertai dengan melampirkan beberapa surat keterangan dari desa. Sedangkan untuk anggarannya dimungkinkan melalui anggaran hasil refocusing,” ungkap Aop Ropiki Iskandar yang diamini Hanurajasa, anggota legislatif dari partai PAN dan sebagai Ketua Komisi IV DPRD Majalengka.

Selain itu dirinya juga menambahkan jika swab antigen dijual dengan harga lebih murah, testing bisa dilakukan dengan lebih masif sebagai pencegahan dini.

Dia berharap pemerintah daerah mengevaluasi ini.

“Jangan sampai ada kesan mengambil keuntungan dari penderitaan yang ada,” harapnya. (Munadi)