Forum UMKM Kabupaten Cirebon Dikukuhkan, Bidik Penguatan Ekonomi hingga Tingkat Desa
KAB. CIREBON, (FC).- Forum UMKM Kabupaten Cirebon resmi dikukuhkan sebagai wadah penguatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon.
Pengukuhan tersebut berlangsung di sela peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 dan Hari UMKM Nasional 2026 di halaman Stadion Watubelah, Minggu (9/8).
Ketua Forum UMKM Kabupaten Cirebon yang juga Kuwu Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, Bambang Setiawan, mengatakan terbentuknya forum tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kebersamaan antar pelaku UMKM sekaligus memperjuangkan aspirasi mereka.
Menurutnya, UMKM memiliki peran besar sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah maupun nasional. Karena itu, keberadaan forum diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha.
“Mudah-mudahan kebersamaannya semakin meningkat. Karena anggota kita banyak dan UMKM merupakan salah satu sendi ekonomi negara, termasuk ekonomi Kabupaten Cirebon. Harapannya semakin guyub dan aspirasinya semakin didengar,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, saat ini Forum UMKM Kabupaten Cirebon tengah melakukan pembenahan struktur kepengurusan hingga tingkat desa. Hal tersebut dilakukan agar keberadaan forum dapat menjangkau seluruh pelaku UMKM di berbagai wilayah.
“Anggota yang terdata sekitar 200 ribu. Sekarang kita benahi susunan kepengurusan sampai ke Kordes (Koordinator Desa). Jadi setiap desa nanti memiliki pengurus masing-masing,” katanya.
Bambang menambahkan, forum tersebut tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga diharapkan mampu membantu meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.
Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang mampu memulai usaha dari bawah, tetapi menghadapi tantangan besar ketika ingin berkembang. Kondisi ekonomi yang dinamis sering membuat pelaku usaha kesulitan mempertahankan bisnisnya.
“Saya juga basic-nya UMKM, dari nol. Bertahan saja susah, apalagi berkembang. Ketika sudah berkembang pun rawan jatuh. Saat jatuh, terkadang sulit bangkit karena persoalan modal dan utang,” ungkapnya.
Karena itu, ia mendorong adanya semangat gotong royong antara pelaku UMKM, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pihak yang memiliki kemampuan dan fasilitas untuk saling mendukung.
“Yang punya ilmu, tenaga, maupun fasilitas harus saling mem-backup. Karena memang seharusnya kita bergotong royong,” tuturnya.
Bambang berharap para anggota Forum UMKM Kabupaten Cirebon dapat semakin mandiri dan mampu meningkatkan kualitas produk serta daya saing usaha.
Di sisi lain, ia juga meminta dukungan dari para pemangku kepentingan agar UMKM di Kabupaten Cirebon dapat terus berkembang dan memiliki ruang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dari anggotanya sendiri kita motivasi supaya mandiri, tidak bergantung. Namun untuk stakeholder lainnya, kita berharap ada dukungan agar UMKM bisa terus bertahan dan berkembang,” pungkasnya. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan