Empat Bulan Menghilang, Bocah Tunawicara Indramayu Ditemukan di Pemalang
INDRAMAYU, (FC).- Penantian panjang keluarga Rahman, bocah tunawicara asal Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, akhirnya berakhir.
Setelah empat bulan dinyatakan hilang, anak berusia 10 tahun tersebut ditemukan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Rahman ditemukan berada di Rumah Singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pemalang sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Penyuluh Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Indramayu, Karman, mengatakan proses penjemputan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai keberadaan Rahman.
Petugas Dinsos Indramayu bersama keluarga kemudian menjemput Rahman di Kota Cirebon yang diantar oleh petugas Dinsos Pemalang.
“Alhamdulillah, kami menjemput Rahman yang diantar petugas Dinsos Pemalang di Kota Cirebon, kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Karman, Jumat (4/9).
Karman menjelaskan, Rahman sebelumnya tinggal bersama sang kakek di Kecamatan Anjatan. Bocah tersebut menghilang saat sang kakek tengah memanen padi di sawah.
Saat itu, Rahman yang biasanya ikut ke sawah tidak terlihat. Sang kakek sempat mengira cucunya pulang terlebih dahulu setelah mendapat informasi dari warga yang melihat Rahman berjalan menuju arah rumah.
Namun, ketika sang kakek tiba di rumah, Rahman tidak ditemukan. Ia hanya mendapati televisi masih menyala di dalam rumah.
“Warga sekitar menyebut Rahman sempat meminta uang, kemudian pergi ke arah jalan raya. Kemungkinan uang tersebut digunakan untuk naik angkutan umum atau bus menuju Jawa Tengah,” ujar Karman.
Perjalanan tersebut diduga membawa Rahman hingga ke Pemalang. Di wilayah tersebut, Rahman sempat terjaring razia Satpol PP sebelum kemudian dititipkan di Rumah Singgah Dinsos Pemalang.
Petugas sempat mengalami kesulitan mengungkap identitas Rahman karena keterbatasannya dalam berkomunikasi. Bahkan, saat berada di rumah singgah, Rahman sempat mengalami demam tinggi.
“Petugas di Pemalang mencoba berbagai cara, termasuk mempelajari bahasa isyarat untuk berkomunikasi dan mencari tahu asal-usulnya,” jelas Karman.
Melalui komunikasi bahasa isyarat, petugas akhirnya mengetahui Rahman menyebut Cirebon sebagai daerah asalnya. Informasi tersebut kemudian disebarluaskan melalui media sosial.
Beruntung, salah seorang tetangga Rahman mengenali bocah tersebut dari foto yang beredar dan langsung menghubungi Dinsos Kabupaten Indramayu.
“Foto Rahman diunggah ke media sosial komunitas warga Cirebon, kemudian ada tetangganya dari Anjatan yang mengenali. Kami langsung berkoordinasi dengan Dinsos Pemalang hingga proses penjemputan dilakukan,” ungkap Karman.
Karman mengapresiasi kerja sama berbagai pihak yang membantu mempertemukan kembali Rahman dengan keluarganya.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran agar masyarakat lebih peduli terhadap anak-anak, khususnya yang memiliki kebutuhan khusus. (Agus Sugianto)








Tinggalkan Balasan