KOTA CIREBON, (FC).- Politisi Partai Golkar sekaligus Walikota Cirebon, Effendi Edo tidak mendaftar sebagai calon ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon untuk musyawarah daerah (musda) mendatang.

Edo mengaku mempersilakan kader yang secara usia relatif lebih muda darinya untuk memimpin DPD Partai Golkar Kota Cirebon. Ia memilih fokus untuk menjalankan tugas sebagai walikota.

“Saya tetap fokus di eksekutif. Yang di partai yang muda-muda saja,” ungkap Edo di sela-sela monitoring pengaspalan di Jalan Kartini pada Rabu (23/9) dini hari.

Menurutnya, jabatan walikota membutuhkan konsentrasi penuh untuk menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, Edo menilai perlu pembagian tugas antara jabatan eksekutif di pemerintahan dengan posisi di partai.

“Kalau saya walikota, pegang juga ketua Golkar, repot nantinya enggak fokus mana yang saya kerjakan dulu,” katanya.

Atas pertimbangan itu, Edo memastikan tidak mencalonkan diri dalam bursa ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon. Namun demikian, ia tak bisa menolak jika DPP Partai Golkar memberinya mandat untuk memimpin partai berlambang beringin itu di Kota Cirebon.

“Itu lain persoalan. Kalau sudah perintah kan gimana. Kalau saya mencalonkan enggak,” ucapnya.

Di sisi lain, Edo juga bicara soal target Partai Golkar di Kota Cirebon. Jika pada Pileg 2024 lalu mendapat enam kursi di DPRD Kota Cirebon, Edo menargetkan pada Pileg berikutnya bisa meraih tujuh kursi.

“Ya paling nambah satu, jadi tujuh (kursi di DPRD Kota Cirebon),” tegasnya.

Ia menilai, target peningkatan perolehan suara dan kursi Partai Golkar di Kota Cirebon merupakan tanggung jawab seluruh kader. Edo menegaskan siap terlibat dalam upaya pemenangan partai hingga tingkat akar rumput.

“Saya kan wakil ketua tim pemenangan wilayah 12, ada Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Indramayu. Jadi saya wajib memenangkan di tiga wilayah tersebut,” katanya.

Disinggung soal langkah politiknya di Pilkada mendatang, Edo mengaku belum memikirkan hal tersebut. Saat ini ia mengaku tengah fokus menunaikan tugas hingga 2030.

“Saya belum memikirkan ke sana. Pokoknya lima tahun jalankan dulu aja deh,” katanya.

Sementara itu, dalam Musda Partai Golkar Kota Cirebon mendatang,  hanya ada satu calon ketua, yaitu Andrie Sulistio. Andrie merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon saat ini. Tidak ada satupun kader lainnya yang berani bertarung melawan Andrie.

Kondisi itu tergolong kontras, pada masa-masa yang lalu, Musda Partai Golkar Kota Cirebon biasanya relatif dinamis, bahkan memanas dalam kompetisi perebutan kursi ketua. (Agus)