Dua Rumah Warga Lebakmekar Terancam Ambruk Akibat Longsor
KAB. CIREBON, (FC).- Hujan lebat yang turun dalam beberapa hari terakhir di wilayah Desa Lebakmekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, mengakibatkan Tembok Penahan Tanah (TPT) di saluran irigasi di blok Ciklontong desa setempat terkikis.
Kondisi serupa juga terindikasi di beberapa titik lain di wilayahnya.
Hal tersebut mengakibatkan dua rumah warga setempat nyaris ambruk, akibat tergerusnya TPT yang tepat berada di depan rumah warga tersebut.
Salah seorang warga yang rumahnya terancam ambruk akibat longsor, Carya (63) keada FC, Senin (24/2) mengungkapkan, kronologis rumah yang ditempatinya nyaris ambruk terjadi saat hujan lebat, tiba-tiba dirinya dikagetkan teriakan dari adiknya yang kebetulan tinggal berdekatan dengan rumahnya.
“Saya kaget, dan benar saja saat saya keluar rumah tanah bergerak. Karena takut, akhirnya saya dan keluarga menyelamatkan diri ke ruangan yang aman,” paparnya.
Carya menyebut, untuk mencegah dampak longsoran semakin meluas warga pun melakukan tindakan darurat. “Kalau tidak dilakukan tindakan darurat, dikhawatirkan saat hujan deras terjadi lagi, rumah saya sepertinya benar-benar ambruk,” ucapnya.
Carya yang kesehariannya sebagai pedagang garam pun berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumahnya yang yang ditinggalinya bersama istri dan dua anaknya tersebut.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah yang ditempatinya ini, gimana mau untuk perbaiki rumah untuk kebutuhan sehari-hari aja susah,” terangnya.
Kuwu Lebakmekar, Mahmud membenarkan terjadinya longsor TPT di Blok Ciklontong yang berdampak kepada dua rumah warganya. Usai mendapatkan laporan, dirinya langsung turun ke lokasi bersama Babin dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat
Mahmud menyebut, panjang TPT yang alami longsor sepanjang 13 meter dengan ketinggian sekitar 2.5 meter. Akibatnya rumah Carya alami retak retak dibagian tembok dan tanah dibawah bangunan pun tergerus, sehingga ini dikhawatirkan akan merubuhkan rumah yang ditempatinya.
“Kami langsung turun ke lokasi longsoran, memang benar rumah Bapak Carya nyaris ambruk kalau tidak dilakukan tindakan darurat,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal-hal yang akan berdampak luas kepada rumah warga di sekitarnya. Pemdes melakukan tindakan antisipasi dengan mengirimkan bantuan material untuk melakukan perbaikan TPT yang alami longsor tersebut.
Namun demikian, dirinya berharap adanya bantuan dari pemerintah kabupaten, khususnya untuk perbaikan rumah warga yang terdampak. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar rumah warganya mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah,” harapnya.
Mahmud pun menghimbau kepada masyarakat Desa Gemulunglebak terlebih di saat cuaca ekstrem seperti sekarang ini.
“Jadi tetap waspada dan berhati-hati, karena bencana ini bisa datang kapan saja sebaiknya bilamana ada curah hujan yang lebat disertai angin kencang untuk bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan