KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendidikan kepada anak, khususnya terkait pemahaman batasan diri dan perlindungan dari tindak kekerasan.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani menyampaikan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam menjaga tumbuh kembang anak.

“Yang jelas sekali lagi keluarga itu yang terpenting. Sehingga keluarga harus memberikan pendidikan edukasi kepada anaknya,” ujarnya, kemarin.

Sebagai bentuk upaya, DPPKBP3A menggelar program edukasi yang tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga keluarga. Indra menambahkan, pada Jumat esok hari pihaknya akan melaksanakan edukasi di sejumlah sekolah, termasuk sekolah yang sebelumnya pernah mengalami kasus kekerasan.

“Bukan cuma hanya sekolah itu, tapi sekolah lain juga,” kata Fitri.

Baca Juga: DPPKBP3A Asesmen 9 Korban Dugaan Pelecehan Oknum Guru

Berdasarkan data DPPKBP3A, sepanjang tahun ini tercatat sebanyak 94 kasus kekerasan di Kabupaten Cirebon. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai 78 kasus.

Meski demikian, peningkatan ini disebut bukan semata karena bertambahnya kasus, melainkan karena semakin banyak korban yang berani melapor.

“Itu bukan berarti kasusnya lebih banyak, tetapi lebih banyak yang speak up,” ungkap Fitri.

Untuk mendorong masyarakat agar tidak takut melaporkan kasus kekerasan, DPPKBP3A menghadirkan layanan pengaduan Sapa 129. Melalui layanan online ini, masyarakat dapat melaporkan kasus tanpa harus bertatap muka langsung.

“Dengan adanya layanan online ini, masyarakat lebih mau membuka diri. Tidak takut, dan setelah membuka diri kita akan berikan apa yang mereka butuhkan, apakah konseling atau pendampingan,” jelas Fitri.

DPPKBP3A berharap momentum Hari Keluarga Nasional dapat menjadi pengingat pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama dalam mencegah tindak kekerasan sekaligus membangun generasi yang lebih terlindungi. (Ghofar)