DKM Puser Bumi Gelar Kegiatan Keagamaan dan Sosial
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- DKM Puser Bumi mengadakan haul perdana Syekh Datul Kahfi pada Tanggal 16-17 pebruari 2023. Haul ini diisi dengan beberapa kegiatan, baik kegiatan sosial maupun kegiatan keagamaan.
Adapun kegiatan tersebut di antaranya khitanan masal yang diikuti 57 pengantin khitan yang berasal dari warga sekitar area pemakaman Gununjati dan daerah lainya.
Kemudian, ada juga pembagian sembako gratis sebanyak 200 paket, Khotmil Qur’an, seminar sejarah sehingga bisa menetapkan haul Syekh Datul Kahfi jatuh pada Tanggal 26 Rajab.
Selain itu, ada juga doa bersama untuk Indonesia yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Ketua DKM Puser Bumi, Pangeran Mochamad Amaludin kepada FC Sabtu (19/2) menyampaikan, kegiatan haul ini selain untuk mengenang para pendahulu, yang berjuang di jalan Allah dalam mensyiarkan agama Islam di tanah Cirebon, juga dimaksudkan untuk membantu warga sekitar yang kurang beruntung secara ekonomi.
“Hal ini sebagai bentuk kepedulian sosial sebagai sesama manusia, karena kami sadar bahwa sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya,” ujarnya.
Sementara Sekretaris DKM Puser Bumi Dani Mardani berharap, kegiatan haul ini dapat dilaksanakan setiap tahun dengan rangkaian kegiatan yang lebih baik lagi.
“Kami juga bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan ini, dimulai dari unsur pemerintah daerah, BUMN, BUMD, pemerintah desa, swasta, tokoh politik, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, bahkan masyarakat sekitar sehingga kegiatan ini dapat terlaksana sesuai rencana,” ujar Dani yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon ini.
Acara puncak doa bersama dihadiri oleh KGA sultan Muhammad Saladin, Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Bupati Cirebon H Imron Rosyadi, para kyai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar, serta masyarakat luar daerah. (Agus)








Tinggalkan Balasan