KAB. CIREBON, (FC).- Kelangkaan pupuk subsidi di wilayah timur Kabupaten Cirebon sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Pemilik Kios Usaha Tani selaku distributor pupuk subsidi di Desa Cikulak Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, Hj. Yati membenarkan kekosongan pupuk subsidi tersebut.

Menurutnya, sudah sekitar tiga bulan terakhir pupuk bersubsidi di Kabupaten Cirebon hilang dipasaran.  Kiosnya  saat ini hanya menjual pupuk non subsidi, dampaknya biaya produksi petani pada masa tanam ke tiga ini membengkak seiring mahalnya pupuk non subsidi. Dengan terpaksa petani tetap membelinya,  demi menyelamatkan tanaman pertanian mereka.

 “Untuk pupuk Urea subsidi perkantong harga Rp90 ribu, sementara untuk non subsidi mencapai Rp280 ribu perkantong. Meski mahal, petani terpaksa harus membeli yang non subsidi,” papar Yati, Kamis (1/10).

Yati menjelaskan, bulan depan diperkirakan pupuk subsidi akan ada kembali, karena menurut Yati  Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sampai detik ini belum selesai dan masih dalam tahap pengajuan

“ Kemungkinannya baru akan turun menjelang musim tanam pertama di sekitaran bulan November awal serentak untuk seluruh distributor di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Ia menambahkan, rencananya  penyaluran pupuk bersubsidi tersebut akan dilakukan pembatasan untuk tiap lahan yang dibutuhkan, diperkirakan perhektar hanya dibatasi sekitar 1,5 kwintal dan sisa kebutuhannya menggunakan pupuk non subsidi.

“”Meski dibatasi setidaknya tidak terlalu menjadi beban berat bagi para petani, separuh kebutuhan pupuknya bisa diperoleh dari pupuk subsidi,” tambahnya. (Nawawi)

Baca Juga: Pupuk Subsidi di Kabupaten Cirebon Menghilang