KAB. CIREBON, (FC).- Plt Kepala Bidang Perdagangan, Pengendalian Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Ine Triana menyatakan, stok beras di Kabupaten Cirebon hingga April masih aman.

Berdasarkan pantauan dan informasi dari Dinas Ketahanan Pangan serta hasil rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cirebon, stok beras Kabupaten Cirebon aman hingga tiga bulan ke depan. Bahkan, pasokan beras untuk Kabupaten Cirebon sebenarnya mengalami surplus. “Dari hasil rapat, pasokan beras sebenarnya surplus. Kita tidak defisit stok beras,” kata Ine Triana, kemarin.

Menurut Ine, saat ini harga beras premium berada di angka Rp13 ribu per kilogram. Ia menyebut, kenaikan harga beras terjadi karena ada beberapa daerah yang gagal panen. Di mana kenaikan harganya sendiri terjadi sejak awal tahun 2023 ini.

Karena itu, kata dia, Pemkab Cirebon melalui Disperdagin bakal menggelar operasi pasar secara simultan tahun ini. Operasi pasar pertama sudah dilakukan pada Sabtu (11/2) di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang. “Kedepan kita akan simultan mengelar operasi pasar bekerjasama dengan bulog,” kata Ine.

Ia menjelaskan, pada operasi pasar di Desa Cipanas tersebut, pihaknya menjual beras premium dengan harga Rp9.400 per kilogram. Total beras yang disediakan dalam operasi pasar tersebut sebanyak 10 ton. “Ada 10 ton beras yang dalam operasi pasar di Desa Cipanas kemarin. Batasnya satu orang 10 kg, itu beras kualitas premium yang dikemas medium, jadi kualitasnya bagus,” terang Ine.

Penjual beras eceran di Kecamatan Kedawung, Junedi mengatakan, beberapa jenis beras yang ia jual rerata mengalami kenaikan Rp1000.  Untuk beras premium, ia menjualnya Rp13.500 per kilogram. Sedangkan jenis medium ia banderol dengan harga Rp12.500. “Rata-rata naik Rp 1000, kalau premium harganya Rp13.000 sampai Rp13.500. Yang medium Rp12.000 sampai Rp12.500 per kilogram,” ungkapnya. (Ghofar)