Diskatan Kuningan Dorong Revolusi Hijau Lewat Pertanian Ekologis
KUNINGAN, (FC).- Di tengah tantangan pertanian modern yang kian bergantung pada pupuk kimia dan input industri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, justru menyerukan arah baru untuk kembali ke alam.
Saat memantau kegiatan Magang Usaha Tani bagi Regenerasi Petani di P4S Lembah Kemuning, Kelurahan Cigugur, Selasa (11/11), ia menegaskan pentingnya membangun sistem pertanian yang berpihak pada ekologi dan kearifan lokal.
“Kita sudah melakukan uji coba Pupuk Organik Cair (POC) di 16 demplot UPTD dan BPP. Dengan mengurangi dosis pupuk kimia hingga 50 persen dan menambahkan POC, hasilnya luar biasa produksi naik dari 6 ton menjadi 10 sampai 12 ton per hektare. Biaya berkurang, hasil meningkat,” ungkap Wahyu dengan semangat.
Ia menilai, petani masa kini harus berani keluar dari pola lama dan mulai menumbuhkan kesadaran ekologis dalam setiap langkah usaha taninya.
“Alam kita sesungguhnya sudah menyediakan segalanya. Dari bahan pupuk organik, pengendali hama alami, hingga mikroorganisme yang menyehatkan tanah. Tinggal bagaimana kita mau memanfaatkan dan mengolahnya,” katanya.
Lebih dari sekedar bicara teknis pertanian, Wahyu juga menggugah kesadaran spiritual ekologi para peserta magang. Ia menuturkan fenomena unik dalam alam yang selama ini terlupakan.
“Tahukah kalian, ada pohon Ki Hujan yang bisa memanggil hujan, dan pohon Randu yang dikenal memanggil petir? Petir itu justru membawa nitrogen alami dari langit untuk menyuburkan tanah. Inilah bukti bahwa alam bekerja dalam keseimbangan yang sempurna,” jelasnya.
Menurutnya, masa depan pertanian Kuningan tidak akan ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, melainkan seberapa bijak manusia menjaga harmoni dengan alam.
“Kita ingin pertanian Kuningan tumbuh dari bumi sendiri, tumbuh dari kearifan yang diwariskan leluhur, dan tetap berpihak pada keseimbangan alam,” pungkasnya.(Angga/FC)








Tinggalkan Balasan