Disdikbud Kuningan Bangun Citra Sekolah Lewat PESONA SD
KUNINGAN, (FC).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan meluncurkan Program Pengembangan Sekolah Berbasis Potensi dan Citra Sekolah Dasar (PESONA SD) sebagai langkah memperkuat identitas sekolah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan dasar.
Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi yang diikuti ratusan kepala sekolah dasar se-Kabupaten Kuningan di Aula Disdikbud Kuningan, Kamis (23/7).
PESONA SD hadir sebagai strategi baru untuk membantu sekolah dasar menggali potensi, mengembangkan keunggulan, serta membangun citra positif agar setiap sekolah memiliki karakter dan identitas yang lebih kuat di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Kuningan, Surya, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi sekolah dasar agar lebih adaptif, inovatif, dan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Menurutnya, selama ini masih banyak sekolah yang belum mampu memetakan potensi serta keunggulan yang dimiliki. Akibatnya, sebagian sekolah belum memiliki identitas yang membedakan dirinya dengan sekolah lain.
“PESONA SD merupakan langkah strategis untuk mendorong sekolah dasar agar lebih berkarakter dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Setiap sekolah memiliki potensi yang berbeda dan keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi identitas yang membanggakan,” ujar Surya.
Ia menjelaskan, melalui program tersebut, setiap sekolah akan didorong untuk mengenali potensi internal, mengembangkan inovasi, serta menampilkan keunggulan yang menjadi ciri khas masing-masing.
Pengembangan sekolah berbasis potensi, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik maupun promosi sekolah. Namun lebih luas mencakup pembangunan budaya positif, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan karakter warga sekolah, serta penciptaan inovasi secara berkelanjutan.
Surya menilai, lemahnya citra sekolah selama ini turut memengaruhi persepsi masyarakat dalam menentukan pilihan pendidikan.
Tidak sedikit masyarakat yang masih menilai sekolah berdasarkan faktor lokasi, jumlah siswa, maupun citra lama yang berkembang di lingkungan sekitar.
Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat berdampak terhadap rendahnya minat masyarakat terhadap sejumlah sekolah, minimnya keterlibatan orang tua, hingga belum tumbuhnya rasa bangga terhadap sekolah.
“Jika tidak segera dibenahi, kesenjangan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dasar bisa semakin besar. Karena itu, setiap sekolah perlu memiliki identitas dan keunggulan yang dapat ditunjukkan kepada masyarakat,” katanya.
Melalui PESONA SD, Disdikbud Kuningan mengajak seluruh kepala sekolah untuk menerapkan program tersebut secara konsisten sesuai karakteristik dan potensi masing-masing.
Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, orang tua, serta masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul, inovatif, dan berkarakter.
Ke depan, PESONA SD diharapkan menjadi salah satu program unggulan Pemkab Kuningan dalam memperkuat kualitas pendidikan dasar. Dengan citra sekolah yang positif, setiap satuan pendidikan diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus mencetak generasi yang berprestasi dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Angga)








Tinggalkan Balasan