KAB. CIREBON, (FC),- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon tunda pembenahan atau rekonstruksi infrastruktur bangunan Perpustakaan Daerah (Pusda) hingga kasus pandemi Covid-19 melandai. Diperkirakan Covid-19 akan melandai pada tahun 2021 mendatang.

Tentu saja, bukan hanya dikarenakan menunggu kasus melandai, melainkan terbatasnya anggaran pada saat ini. Bukan menjadi rahasia lagi apabila pandemi Covid-19 saat ini menjadi alasan terbatasnya anggaran di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Indonesia khususnya di Kabupaten Cirebon.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon, Suhartono. Ia menyebutkan sebenarnya sudah direncanakan sejak awal tahun 2020 akan adanya rekonstruksi bangunan perpustakaan, hanya saja, sambung dia, dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan adanya recofusing sebgaian besar anggaran atau dana yang ada pada SKPD di Kabupaten Cirebon, khususnya pada Disarpus.

“Disarpus sendiri memikirkan hal ini guna menarik minat baca pada masyarakat umum, siswa-siswi, pemuda-pemudi, dan berbagai kalangan lainnya,”katanya, Rabu (25/11).

Sebab, bagi dirinya dengan adanya perbaikan fasilitas infrastruktur di bagian luar maupun dalam dapat menarik minat para warga sekitar dan masyarakat luar juga.

Baca Juga: Pusda Kabupaten Cirebon Mulai Ramai Pengunjung

“Dengan memperbaiki visual, fasilitas, dan infrastruktur gedung perpustakaan dapat menarik perhatian. Karena, dengan rekonstruksi bangunan dapat terciptanya suasana baru yang cozy (nyaman), friendly, tidak membosankan, tentunya dengan tersedianya spot-spot membaca serta selfie yang bagus, tersedianya cafe, dan juga bangunan khusus untuk pelatihan-pelatihan seperti programmer, tari, dan yang lainnya,” jelasnya.

Diharapkan dari kenyamanan dan fasilitas yang bagus tersebut dapat mendatangkan para pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat dan dari situlah akan memunculkan rasa keingintahuan untuk membaca buku.

“Dengan fasilitas yang bagus ini akan menarik perhatian masyarakat, yang awalnya datang hanya untuk melihat dan selfie, mereka bisa saja akan membaca buku dan ketika sudah nyaman mereka akan kembali lagi untuk membaca,” tutur.

Nantinya, sambung dia, tidak hanya upgrade fasilitas dan infrastruktur. Tetapi,akan ada penambahan buku-buku baru yang dapat memenuhi kebutuhan para pembaca perpustakaan daerah, yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan minat baca seluruh kalangan masyarakat.

“Tingkat minat baca saat ini masihlah sangat kurang, karena sebagian besar pemuda-pemudinya yang kunjungi perpustakaan masihlah sebatas kepentingan bukan karena kebutuhan,” bebernya.

Ia menyebutkan, bahwa dengan mengubah mindset atau pola pikir dari membaca sebagai kepentingan menjadi kebutuhan dapat menaikkan kualitas hidup juga, dan ini merupakan tujuan utama dari Disarpus terutama Perpustakaan dalam melakukan pembenahan atau rekonstruksi dan peningkatan kualitas dan kuantitas buku di perpustakaan. (Sarrah)