Dirjen Hubdar: PJU Solar di Pantura Banyak Dicuri
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Solarcell di jalur Pantura yang dipasang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) banyak yang mati.
Hal itu membuat Kemenhub melalui Drektorat Jendral Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) akan mengurangi penggunaan PJU solarcell dan akan diganti menggunakan PJU listrik berbayar.
Demikian disampaikan Dirjen Hubdar, Budi Setiyadi saat mengunjungi Pos Pengamanan Operasi Ketupat Covid-19 Losari Kabupaten Cirebon, Sabtu (30/5).
Menanggapi banyaknya PJU solarcell di jalur Pantura yang mati, meskipun boleh dikatakan masih baru, Budi Setiyadi mengakui jika pemasangan PJU solarcell di jalur pantura kurang efektif.
Hal itu kata dia karena kesadaran masyarakat yang kurang akan kepentingan umum.
Kematian PJU solarcell di beberapa titik diakibatkan baterai (aki) yang digunakan sebagai penyimpan daya listrik pada PJU tersebut banyak yang dicuri, sehingga PJU tidak menyala.
“Ada kelemahan, PJU yang menggunakan solarcell, banyak dicuri,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk anggaran di tahun 2020 ini pihaknya akan mengalokasikan diutamakan untuk pemeliharaan PJU.
Sementara terkait PJU solarcell penggunaannya akan dikurangi dan akan diganti menggunakan PJU berbayar yang menggunakan listrik.
Nantinya pola pembagian kewenangannya, Kemenhub yang memasang PJU listrik tersebut, kemudian Dishub Kabupaten yang bertanggungjawab untuk pembayaran listriknya.
“Saya minta kembali ke PJU yang menggunakan listrik saja tapi kewajiban pemerintah daerah harus bayar listriknya, saya masang saja,” jelasnya.
Sementara Kadishub Kabupaten Cirebon, Deni Septiadi mengungkapkan, jika jalur nasional saat ini kebanyakan dipasang PJU solarcell atau tenaga surya.
Akan tetapi yang menjadi masalah PJU solarcell tersebut ada aki nya, dan karena kesadaran masyarakat yang kurang.
Beberapa aki di PJU solarcell tersebut banyak yang diambil, sehingga banyak PJU solarcell tersebut yang mati.
Dari hasil komunikasi antara dirinya dengan Ditjen Hubdat ingin ada perbaikan dengan mengganti PJU solarcell ke PJU listrik.
Tinggal bagaimana nanti MoU antara Dishub Kabupaten Cirebon dengan Ditjen Hubdat tersebut dibuat.
Menurut Deni, jika dengan mengganti aki dan tidak dicuri lagi maka akan sangat efesien dengan penggantian aki.
“Kita lihat nanti saja MoU nya bagaimana, apakah Kemenhub pasang PJU listrik Dishub Kabupaten yang membayar listriknya, atau Kemenhub mengganti aki Dishub yang melakukan pengawasannya, MoU nya belum kita buat,” ungkapnya.(Nawawi)








Tinggalkan Balasan