KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kota Cirebon telah melakukan pendataan warga Kota Cirebon untuk diusulkan sebagai penerima bantuan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Sekitar kurang lebih 58 Ribu Kepala Keluarga yang tidak tercatat di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 3197 RTS, data tersebut khususnya yang DTKS merupakan hasil dari pemadanan dengan melalui sistem seleksi online. 

“Artinya sumber data yang diusulkan untuk program Gubernur Jawa Barat ada dua, yang pertama data dari DTKS dan data Non DTKS.   Dan dipastikan, untuk data yang dikirimkan tidak beririsan dengan penerima bantuan dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Kota,” ujar Iing Daiman, Kepala DSP3A Kota Cirebon kepada FC saat dihubungi melalui pesawat telepon, Selasa (14/4).

Ditambahkan oleh Iing, untuk data yang 58 ribu KK masih akan dilakukan penyisiran kembali. Pasalnya, data tersebut dikhawatirkan ada yang sudah menerima PKH, ataupun bantuan sembako lainya. Data tersebut nantinya akan disisir melalui aplikasi Siks – ngi (sistem informasi kesejahtaraan sosial next generation) yang terintegrasi dengan Pemerintah Pusat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Contohnya yang memiliki NIK sama atau ganda itu secara otomatis tereliminasi, atau yang tidak memiliki NIK itu juga pasti tereliminiasi. Dan pastinya yang dicoret itu dari sistem bukan kami (Dinsos) yang nyoret,” ungkap Iing. 

Lebih lanjut, Iing mengaku telah menerima surat dari Pemerintah Provinsi, untuk data non DTKS dibuka pada hari Senin (13/4) kemarin dan paling lambat data harus masuk pada Tanggal 16 April 2020 besok. Namun Dinsos memastikan batas akhir pengiriman data dari SKPD atau Kelurahan pada hari Selasa (14/4).

“Batas akhir dari Pemerintah Provinsi sampai tanggal 16 April 2020, namun dikarenakan kita harus melakukan penyisiran data tersebut, maka kami menerima data terakhir hari ini,” tutur Iing. 

Selain program dari Pemerintah Provinsi, masih kata Iing. Pemerintah Kota Cirebon juga akan mengeluarkan program yang sama, yaitu memberikan bantuan kepada warga Kota Cirebon yang terkena dampak langsung dari covid-19 ini.