Edi menegaskan, walaupun saat ini masuk pada fase adaptasi kebiasaan baru (AKB), namun pihaknya tetap menerapkan kewaspadaan tinggi terhadap virus yang telah membunuh ribuan orang diseluruh dunia.

Bahkan dia sudah mencanangkan, hingga akhir tahun ini langkah strategis pencegahan penyebaran Covid-19 tetap dilaksanakan secara ketat. Mulai dari Testing, tracing,isolating dan treatment (detect prevent response).

AKB tidak serta merta mengendorkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Namun hal ini justru memperkuat dan menuntut masyarakat terbiasa dengan kebiasaan baru ini.

Dalam aktivitas sehari-hari maupun bekerja, tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak.

“Kita akan memperbanyak tracing dan tracking. Dan rapid test selanjutnya akan dilakukan disejumlah pasar tradisional, rumah makan tempat wisata dan lainnya, ini dilakukan secara acak,” pungkasnya. (Gus)