KOTA CIREBON, (FC).- Lebih dari sebulan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Cirebon berlangsung, setelah dalam Inmendagri Nomor 47 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, Kota Cirebon masuk dalam PPKM Level 2.

Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi usai rapat koordinasi Tim Monev Provinsi dan Pembinaan UKSM Tahun 2021, memerintahkan Dinkes Kota Cirebon untuk segera menggelar uji petik berupa swab test atau antigen.

Uji ini dilakukan kepada semua siswa selama PTM berlangsung, apakah ada yang terpapar Covid-19 atau tidak.

Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Cirebon Sri Laelan Erwani menyampaikan, pihaknya pada pekan depan akan mulai melakukan uji petik kepada siswa SD,SMP dan SMA di Kota Cirebon.

Uji petik sebagai acuan, apakah pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) pada PTM efektif atau tidak.

Dikatakan Laelan, uji petik juga bekerjasama dengan sekolah yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X.

Pelaksanaannya selama tujuh hari, dari jenjang sekolah TK, SD, SMP, SMA, MAN, MTs, dan MI. Dalam satu sekolah akan ada 50 siswa yang di tes antigen.

“Uji petik ini dilakukan secara random, tenaga media berasal dari puskesmas setempat, namun untuk jumlah menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” ucapnya kepada FC, Kamis (14/10).

Sementara itu, terkait pelaksanaan uji petik, Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi berharap, dengan adanya tes tersebut bisa menggambarkan situasi dan kondisi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang tengah dijalani lebih dari sebulan ini.

“Sampling akan jadi bahan evaluasi apakah PTM efektif atau tidak, meski Kota Cirebon PPKM level 2,” kata pria yang akrab disapa Gusmul ini.

“Ini strategi mencegah kluster baru. SD sebagai perwakilan kluster di rumah tangga. Kalau anak SD di tes, positif ratenya 0 atau rendah, bisa dikatakan sektor rumah tangga aman,” tutupnya. (Agus)