INDRAMAYU.- Malang benar nasib Diman, seorang warga asal Desa Tenajar, Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu. Pasalnya, dia ditemukan sudah meninggal usai menebang pohon asem di Blok Masjid, Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang.

Jasad korban selanjutnya dibawa polisi ke rumah sakit Bhayangkara Indramayu (RSBI) di Losarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan kini, jenazahnya telah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) di desa korban.

Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto melalui Kapolsek Losarang Komisaris Ginting Sumantri didampingi Paur Humas Inspektur Dua Sukenda membenarkan perihal tersebut, Selasa (10/3/2020).

Dikatakannya, penemuan korban meninggal berawal dari laporan warga bernama Kurdamar (65 ) seorang petani warga Desa jumbleng, Blok Masjid, Kecamatan Losarang. Dalam laporannya disebutkan ada seorang pria yang tergeletak usai melakukan pemotongan pohon asem milik warga setempat.

Tidak beberapa lama, setelah mendapatkan laporan, sejumlah anggota mendatangi lokasi yang semula disebutkan. Saat datang di lokasi kejadian, benar saja, ada seorang pria yang sudah meninggal dengan posisi terlentang di tanah.

“Dari TKP, kami mengamankan barang bukti mesin pemotong kayu, satu unit sepeda motor tanpa plat Nomor kendaraan, air minum yang berada dalam teko, oli, dan karung tempat membawa mesin senso. Kemudian golok, tas, tambang, gogol, rantai senso. Alat ini diduga milik korban untuk mengerjakan pemotongan pohon tersebut, ” jelasnya.

Hanya saja disaat dilakukan pemeriksaan terhadap diri korban, petugas tak menemukan keterangan selembarpun. Namun setelah melakukan kontak melalui Hp milik korban, diduga korban bernama Diman penduduk Desa Tenajar, Kecamatan Kertasmaya.

“Saat ditemukan, posisi meninggalnya korban sedang istirahat dengan posisi terlentang di tanah. Kami menduga meninggalnya korban sehabis memotong kayu asem itu,” paparnya.

Selanjutnya, untuk bahan pemeriksaan lebih lanjut, korban dibawa ke RSBI Losarang untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan jika tubuh korban tidak ada bekas benda tumpul maupun benda tajam. Bahkan tidak ada tanda-tanda adanya kekerasan fisik. “Kami menduga kematiannya karena sakit,” ucapnya. (Agus)