Informasi yang di dapat, warga perum Griya Beusi Mandiri banyak yang kecewa, karena bukan saja tidak adanya sarana ibadah, namun jalan masuk utama juga saat ini sedang kisruh. Dimana jalan utama masuk ke Perum Griya Beusi Firdaus saat ini sedang bermasalah.

Seorang pemilik tanah yang sah merasa di serobot laham miliknya untuk dijadikan jalan utama masuk ke perum. Sementara pemilik lahan belum merasa menjualnya kepada pihak manapun.

Sehingga kekisruhan ini mematik anggita DPRD Kabupaten Majalengka turun tangan dan sidak ke lokasi perum serta sempat mengundang pihak pihak terkait untuk melakukan mediasi.

Cuman sayang saat dilakukan mediasi pihak dari developer Perum Griya Beusi Firdaus, tidak hadir. Sehingga kasus penyerobotan tanah warga untuk dijadikan jalan utama masuk ke perum saat ini masih berproses. (Munadi)