Desa Pakusamben Masuk Smart Village
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Desa Pakusamben, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon lolos dalam proses Seleksi Desa Cerdas oleh Panitia Seleksi Desa Cerdas, Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dan ditetapkan sebagai Smart Village (Desa Cerdas) tahun 2023.
Kuwu Desa Pakusamben, Arif Solihun kepada FC menjelaskan, sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) bahwa Desa Cerdas merupakan desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya melalui pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa. Smart Village adalah cara untuk mewujudkan Desa Mandiri, maka untuk mewujudkan Indonesia yang maju di masa depan, desa-desa perlu memiliki kemampuan dalam pemanfaatan teknologi informasi.
“Setelah kami mendapat SK Desa Cerdas (smart village) dari Kemendes PDTT, maka yang kami perlu disiapkan adalah bagaimana pengadaan perangkat internet sebagai salah satu sarana untuk mencapai kemajuan tersebut,” paparnya , Rabu (8/3).
Dijelaskan Kuwu Arif, smart village adalah pembangunan desa yang berbasis penerapan teknologi tepat guna. Dengan penerapan teknologi ini diharapkan desa bisa melakukan berbagai capaian terobosan sehingga memenuhi kualifikasi untuk masuk kategori Desa Mandiri, salah satu aplikasi dari Desa Mandiri adalah desa yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar, memiliki infrastruktur memadai, serta memiliki pelayanan umum dan pemerintahan yang sangat baik.
Desa Mandiri adalah desa yang memiliki Indeks Pembangunan Desa (IPD) lebih dari 75 dalam skala 1 sampai 100, Desa-desa yang disebut ‘smart’ harus bisa maksimal memanfaatkan Internet of Things (IoT), yakni kemampuan jaringan internet untuk membuat berbagai peralatan saling berinteraksi dan bertukar informasi. IoT digunakan desa untuk meningkatkan ekonomi pedesaan. Smart village mengandalkan internet of things, dan dengan begitu perubahan terbesarnya ada pada proses digitalisasi, tetapi semua itu harus selaras dengan tradisi dan budaya desa, agar proses pembangunan desa ini adil dan bersesuaian dengan dinamika masyarakat desa.
Inisiatif ini merupakan upaya untuk mencerahkan dan mengedukasi masyarakat lokal dengan memobilisasi kekuatan kolektif komunitas dari berbagai suku/etnisitas dan profesi untuk mendorong pelaksanaan program pelayanan publik berkualitas yang diintegrasikan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.
“Program Desa Cerdas punya enam pilar yaitu Warga cerdas, Mobilitas cerdas, Ekonomi cerdas, Pemerintahan cerdas, Pola hidup cerdas, dan Lingkungan cerdas, Insya Allah dalam waktu dekat pemdes akan meluncurkan program internet desa,” jelasnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan