Dijelaskannya, pendirian posko tim relawan desa lawan Covid 19 ini bertujuan untuk mencegah penyebaran dan memutus rantai Covid 19 di kedua desa tersebut. “Selain memeriksa warga yang akan masuk ke wilayah kami, petugas juga mendata warga yang baru datang dari luar kota,” tuturnya.

Inan menambahkan, untuk petugas sendiri belum dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD), sementara hanya memakai masker, belum pakai sarung tangan dan lain sebagainya, menyediakan disinfektan, sabun, dan tempat mencuci tangan.

“Sementara ini bagi warga yang masuk dari luar desa, diperiksa dengan mengecek suhu, diminta cuci tangan dan diberikan waktu 15 menit dengan menyimpan kartu identitas, bagi yang tidak berkepentingan, kami menganjurkan untuk kembali ke rumah,” ungkapnya.

Inan berharap, dengan langkah pencegahan ini warga desa Cigobang maupun desa Cigobangwangi bisa terhindar dari pandemic Covid 19, dan secepatnya wabah ini bisa diputus rantainya.

“Khususnya bagi warga kami, tidak terdampak virus corona, karena sebagian besar warga kami bekerja di luar kota, berharap mereka untuk tidak dulu mudik, sampai situasi ini terkendali,” pungkasnya. (Harun)