Dengan PCR Portabel, Tes Swab Bisa Sampai Pelosok
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KUNINGAN, (FC).- Naik turunnya angka positif Covid-19 di Jawa Barat akhir-akhir ini, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan inovasi dan langkah strategis dalam penanggulangannya.
Salah satunya, dengan memberikan bantuan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) portable kepada 27 Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Kuningan, yang berfungsi untuk tracing, testing dan treatment.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, H.M. Ridwan Kamil, saat menyerahkan bantuan alat PCR Portable secara simbolis kepada Pemerintah Kota Cirebon melalui tayangan virtual/Video Conference akhir pekan kemarin.
Untuk Kabupaten Kuningan, Video Conference tersebut digelar di Ruang Rapat Linggajati, Gedung Setda Kuningan, dengan dihadiri Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda, Sekda Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, Kadis Kesehatan, dr. Hj. Susi Lusiyanti, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan.
Pembagian PCR portable tersebut, dikatakan Gubernur, menjadi bagian upaya memenuhi target pengetesan 1/1000 orang atau 50.000/minggu hingga memenuhi pengetesan 1 persen dari populasi, sebagaimana standar WHO (World Health Organization) terbaru. (Baca Juga: Test Swab Massal di Kuningan Targetkan 1.480 Orang)
“Sekarang standar WHO sudah naik yaitu 1 persen dari jumlah populasi melalui PCR. Dulu kan kita teorinya 0,6 persen tes apa saja, gabungan Rapid Test dan PCR, itu sudah kita lalui karena total sudah 500.000, tapi sekarang 500.000 nya se-Jawa Barat itu harus PCR,” jelas Emil.
Gubernur Jawa Barat meminta kepada Bupati dan Walikota yang wilayahnya memiliki industri untuk fokus melakukan pengetasan kepada sektor industri. Karena, industri saat ini menjadi harapan dalam pemulihan ekonomi nasional.
“Kan bahaya kalau kita sedang memulihkan tiba-tiba si mesinnya (pelaku industri) terkena virus, mesin ekonominya,” tambah Emil.
Dengan bantuan alat PCR portable, dikatakan Emil, kini seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat dapat menaikan test Swab kepada masing-masing warganya.
Dengan PCR portable, sambungnya, seluruh masyarakat termasuk yang berada di daerah pelosok dapat dijangkau untuk dilakukan test, karena bentuk alatnya yang dirancang mudah dibawa kemana-mana.
“Karena yang kena Covid ini bukan hanya warga di perkotaan yang mudah datang dan pergi ketempat pengetesan, tapi kita paham di kabupaten-kabupaten ini banyak daerah yang jauh terpencil. Oleh karena itu kita bergerak, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membeli sebanyak 29 (red_alat PCR), dibagikan kepada 27 Kota/Kabupaten dan untuk keperluan provinsi 2, yaitu kita sebut alat PCR potable. Ini bisa dibawa-bawa ke tempat-tempat terpencil,” Jelasnya.
Dengan diberikannya bantuan alat PCR portable yang harga tiap unitnya hampir mencapai Rp 1 Milyar itu, Gubernur berharap, seluruh Kabupaten/Kota dapat memaksimalkan penggunaannya.
”Saya tidak mendengar provinsi lain melakukan hal yang sama, tapi mudah-mudahan Jawa Barat selalu terdepan dalam inovasi,” harap Emil.
Sementara, Wakil Bupati Kuningan H.M. Ridho Suganda berharap dengan adanya PCR Protable, permasalah Covid -19 di kuningan bisa terselesaikan, dengan semakin massif pengetesan, maka semkin cepat pula antisipasi penanganannya.
“Kita ingin segera zona hijau, tapi karena memang daerah urban, banyak warga kuningan bekerja di luar Kuningan itu yang sulit dikendalikan. Maka untuk lebih menekan lagi patuhi protokol kesehatan, dengan tetap menggunakan masker dimanapun berada, dan menjaga kebersihan,” kata Ridho. (Ali)








Tinggalkan Balasan