KOTA CIREBON, (FC).- Aksi demonstrasi yang terjadi minggu kemarin, memberikan dampak terhadap sektor pariwisata di Kota Cirebon. Sejumlah hotel hingga pelaku hiburan seperti penyanyi yang biasa tampil turut merasakan imbasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Cirebon Agus Sukmanjaya menyampaikan, bahwa akses kunjungan wisatawan sempat terganggu akibat situasi tersebut. Bahkan, beberapa negara telah mengeluarkan travel warning untuk berkunjung ke Indonesia. Rabu, (3/9/2025).

“Ini sebuah risiko, karena industri pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Keamanan wilayah juga menjadi faktor penting,” ungkapnya.

Meski begitu, Agus menegaskan bahwa Pemkot Cirebon bersama Forkopimda telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Mulai dari patroli bersama, sosialisasi ke masyarakat, hingga imbauan kepada pelaku hiburan malam untuk tutup pada 5 September 2025.

Selain itu, Pemkot Cirebon juga akan mengampanyekan wisata damai melalui media sosial.

Di sisi lain, persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di empat keraton Cirebon tetap berjalan. Acara yang digelar rutin setiap tahun ini dinilai menjadi daya tarik bagi masyarakat tradisional sekaligus wisatawan mancanegara.

“Persiapan di empat keraton sudah siap. Kami sedang membagi tugas untuk monitoring, termasuk di destinasi wisata pada akhir pekan,” jelasnya.

Berdasarkan evaluasi tiga tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan di Cirebon mencapai sekitar 4 juta orang. Untuk tahun ini, target ditingkatkan menjadi 4,5 hingga 5 juta wisatawan.

“Mudah-mudahan situasi kondusif ini berangsur baik sehingga target bisa tercapai hingga akhir Desember 2025,” pungkasnya. (Red)