MAJALENGKA, (FC).- Setelah delapan warganya dinyatakan positif terpapar Covid-19, kini di Desa Beber, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka ditetapkan masuk zona orange.

Aktifitas di desa itu pun mulai diperketat. Semua kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak mulai dibatasi.

Delapan warga itu dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil test swab yang dilakukan Puskesmas Ligung beberapa hari lalu.

Ke delapan warga Desa Berber tersebut tersebar di tiga blok, yakni Blok Pahing, Manis dan Blok Kliwon.

Kini mereka (8 orang) menjalani isolasi mandiri, baik di rumah sakit ataupun di rumahnya masing-masing.

Mereka yang terpapar berasal dari berbagai kalangan, ada yang menjadi guru, tenaga kesehatan dan masyarakat biasa.

Mereka yang terpapar rata-rata OTG (Orang Tanpa Gejala). Namun ada pula yang mengalami gejala seperti panas tinggi, sesak napas dan gejala yang lainnya.

Kabar terpaparnya delapan warga Desa Beber tersebut dibenarkan oleh Kades Beber, Hafidh Fachrudin.

Saat ini pemdes beserta masyarakat bergerak cepat dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, vitamin dan masker.

Bahkan sekitar rumah mereka yang terpapar pun sudah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Dikatakan Hafidh, diketahuinya ada warga yang terpapar, karena diantara mereka ada yang sakit, terus melakukan test swab di Puskesmas Ligung. Hasilnya  mereka dinyatakan positif Covid-19.

“Ya asalnya diantara mereka ada yang sakit, begitu di test swab hasilnya positif. Selanjutnya yang OTG isolasi mandiri di rumah, dan ada yang sakit sebanyak dua orang kini dirawat di RS Mitra Plumbon,” ujar Hafidh saat dimintai keterangan, Kamis (17/6).

Lebih jauh Hafidh menjelaskan, Covid-19 bukanlah penyakit yang harus ditutup-tutupi, karena ini bukan aib.

Justru harus tahu siapa saja warga yang terpapar, sehingga Pemdes bisa melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terlalu luas penyebarannya.

Begitu mendengar ada warga yang terpapar, kata Hafidh, pihaknya cepat-cepat mengambil langkah, yaitu sterilisasi lingkungan dengan melakukan penyemprotan.

Juga menyiapkan petugas untuk menjaga mereka yang menjalani isolasi dan menjamin kebutuhan hidup, seperti makan dan vitamin selama mereka menjalani isolasi mandiri.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dalam beraktivitas, dan jangan kendor penerapan prokes.

Sebab, Covid-19 bisa menimpa siapa saja. Virus tersebut tidak mengenal umur, status dan jabatan.

“Setingkat pejabat saja bisa kena apalagi warga biasa. Maka dari itu 5 M harus terus dijalankan yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak atau hindari kerumunan, dan jangan lupa berdoa,” pungkas Kades Hafidh.

Terpisah, Camat Ligung, Dedi Supriadi melalui Sekmat Endang Triana, menghimbau kepada masyarakat agar menunda dulu semua kegiatan yang bersifat mengundang kerumunan.

Hal ini untuk mengantisipasi melonjaknya angka Covid-19 di Kecamatan Ligung, yang saat ini ada satu desa yang masuk zona orange yakni Desa Beber.

“Mari bersama -sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan cara menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Endang. (Munadi)