KOTA CIREBON, (FC).- Untuk meningkatkan kualitas koperasi, setiap pengurus koperasi wajib memiliki sertifikasi standar kompetensi, yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi.

Sehingga, sumberdaya manusia (SDM) koperasi, memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk mengelola koperasi secara profesional dan akuntabel.

Pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kompetensi menjadi syarat yang harus dipenuhi untuk meningkatkan daya saing bangsa. Sejalan dengan itu, Kementerian Koperasi dan UKM RI, terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM di bidang Koperasi, salah satunya melalui kegiatan sertifikasi kompetensi SDM Koperasi.

Atas hal tersebut dan dalam upaya meningkatkan profesionalisme pengelolaan koperasi, Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kota Cirebon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Uji Kompetensi bagi pengurus, pengawas, serta manajer koperasi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2025.

Ketua Dekopinda Kota Cirebon, Yoddy Rudiantono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi.

Dikatakannya, uji kompetensi bagi pengurus, pengawas, dan manajer koperasi adalah proses penilaian resmi untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai standar nasional.

Tujuannya adalah untuk memastikan mereka dapat menjalankan tugas secara profesional dan efektif, mengelola koperasi sesuai aturan, dan menjaga tata kelola yang sehat serta akuntabel.

“Bimtek dan uji kompetensi ini mengacu pada ketentuan Kementerian Koperasi, dimana Unit Simpan Pinjam (USP) wajib memiliki sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” jelasnya.

Menurut Yoddy, sertifikasi tersebut juga menjadi salah satu syarat perizinan usaha simpan pinjam.

Karena itu, Dekopinda memfasilitasi koperasi agar memenuhi standar kompetensi nasional sekaligus meningkatkan kinerja dan kesejahteraan anggotanya. Kegiatan ini diikuti oleh 25 KSP/USP di Kota Cirebon.

“Hari ini digelar Bimtek, besok ujian kompetensi. Antusiasnya tinggi, hanya saja jadwal menjadi kendala bagi sebagian peserta,” ujar Yoddy. (Agus/FC)