MAJALENGKA, (FC).- Memasuki musim kemarau,  debit air  Gunung Haur yang berada di Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten  Majalengka mulai menyusut. Hal itu dibuktikan dengan  debit air yang mulai berkurang mengaliri rumah-rumah warga sekitar.

Di mana, warga Blok  Gunung Haur yang berada paling dekat dengan gunung tersebut kerap memanfaatkan air sebagai kebutuhan sehari-hari. Kondisi seperti itu membuat warga sekitar mulai was-was dilanda kekeringan seperti yang terjadi beberapa tahun silam.

Ketua RT/28 RW/14 di Blok  Gunung Haur, Warkim mengatakan, sudah beberapa hari terakhir  debit air yang bersumber dari  Gunung Haur mulai berkurang. Namun kondisi seperti itu belum termasuk  kekeringan, bahkan sampai kekurangan  air bersih.

“Ya kalau sekarang mah air masih subur lah alhamdulillah. Mungkin kalau 3 bulan kemudian (kekeringan),” ujar Warkim saat ditemui di lokasi, Selasa (4/7).

Kendati demikian, Warkim berharap, pemerintah sudah siap mengantisipasi membantu manakala Blok Gunung Haur benar-benar mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Sebab, di Kelurahan Sindangkasih sendiri, Blok  Gunung Haur menjadi daerah yang paling rawan  kekeringan.

“Ya harap barang kali ya masyarakat juga membutuhkan, apalagi dari pemerintah bisa memfasilitasi membantu masyarakat, karena di sini Kelurahan Sindangkasih (Blok  Gunung Haur) tuh paling rawan air. Iya rawan  kekeringan,” ucapnya.

Kendati masih dialiri air, Warkim menyebut, masyarakat sudah merasa khawatir jika peristiwa kekeringan air bersih kembali terjadi. Antisipasinya, setiap rumah sudah menyediakan beberapa drum ember untuk digunakan mengambil air dari desa tetangga.

Jika  kekeringan terjadi, ia bersama warga sekitar harus mencari  air bersih hingga ke desa tetangga dengan jarak 800 meter.

“Kekeringan pernah terjadi 3 tahun lalu, waktu itu kami masyarakat harus nyari  air bersih ke Nyimplung di Cibiuk ke arah Pancurendang dengan jarak mungkin ada 800 meter. Alhamdulillah tahun kemarin mah engga, karena tahun yang sudah itu masih banyak hujan. Jadi enggak  kekeringan, subur gitu alhamdulillah,” jelas dia.

Informasi yang dihimpun, Blok  Gunung Haur sendiri terdapat 44 Kepala Keluarga (KK). Mereka memanfaatkan aliran air dari  Gunung Haur untuk kehidupan sehari-hari. Aliran air itu disalurkan melalui pipa maupun selang yang kemudian diteruskan ke rumah-rumah warga menggunakan selang plastik. (Munadi)