Dana PKH-BPNT Diduga Cair Tanpa Diketahui, Warga Waled Minta Penelusuran
KAB.CIREBON, (FC).- Seorang warga Desa Waleddesa, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, mempertanyakan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tercatat diterimanya sejak 2024.
Pasalnya, Nuraeni, warga RT 010/RW 05 Dusun Kliein, mengaku tidak pernah menerima kartu bantuan maupun menikmati dana bantuan tersebut.
Namun, berdasarkan data yang dimilikinya, tercatat adanya transaksi penarikan saldo bantuan secara berkala.
“Saya ditetapkan sebagai penerima sejak 2024, tetapi kartu tidak pernah saya pegang dan bantuan juga tidak pernah saya terima,” ujar Nuraeni, Kamis (3/9).
Menurutnya, dalam riwayat data bantuan tercantum adanya penarikan saldo setiap bulan.
Kondisi tersebut membuat dirinya meminta agar dilakukan penelusuran untuk mengetahui pihak yang mencairkan dana bantuan tersebut.
“Saya berharap persoalan ini diusut tuntas dan bantuan yang menjadi hak saya bisa dikembalikan,” tegasnya.
Nuraeni mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Pemerintah Desa Waleddesa.
Laporan itu kemudian diteruskan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Waled untuk dilakukan pengecekan dan tindak lanjut.
Ia berencana mendatangi Bank BNI bersama TKSK Waled untuk mengajukan kartu bantuan baru sekaligus meminta riwayat transaksi guna mengetahui waktu dan pihak yang melakukan penarikan dana.
“Kami masih menunggu rekomendasi dari Dinas Sosial Kabupaten Cirebon sebelum ke BNI,” katanya.
Sementara itu, TKSK Waled Bayu Aziz Suwandono membenarkan adanya pengaduan terkait bantuan PKH-BPNT tersebut.
Menurutnya, terdapat dua laporan serupa di Kecamatan Waled, yakni dari Desa Waledkota dan Desa Waleddesa.
“Ada dua pengaduan PKH-BPNT di Kecamatan Waled yang sedang kami tindak lanjuti,” ujar Bayu.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengecekan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), persoalan di Desa Waledkota berkaitan dengan kartu bantuan yang belum diterima.
Sedangkan untuk Nuraeni, data menunjukkan kartu bantuan sudah diterima dan terdapat riwayat transaksi penarikan.
“Data Nuraeni menunjukkan kartu sudah diterima dan tercatat ada transaksi penarikan,” jelasnya.
Atas temuan tersebut, TKSK Waled telah mengajukan permohonan kepada Dinas Sosial Kabupaten Cirebon untuk mendapatkan rekomendasi koordinasi dengan pihak Bank BNI.
Bayu mengatakan, langkah selanjutnya kartu lama akan dilakukan pemblokiran dan penerima akan dibuatkan kartu baru.
Selain itu, pihaknya akan meminta dokumen riwayat transaksi untuk mengetahui secara jelas pihak yang melakukan pencairan bantuan.
“Kartu lama akan diblokir dan riwayat transaksi akan kami cek untuk mengetahui siapa yang melakukan penarikan,” pungkasnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan