Dana Minim, Program Demplot Kolam Bulat Tetap Digalakan Dislakan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC),- Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan) Kabupaten Cirebon tetap menggalakan program Demplot Kolam Bulat, meski dalam pelaksanaan program tahun ini tidak sesuai harapan, mengingat sebagian besar anggaran Diskanla telah terpangkas untuk penanganan Covid-19.
Diakui Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Diskanla Kabupaten Cirebon, Anas Gunarso, demplot kolam bulat sudah dijalankan sejak tahun 2017, dan hingga sekarang sudah diterapkan di 30 lokasi di Kabupaten Cirebon.
Dirinya ingin menerapkan ini lebih luas lagi kepada masyarakat, yang nantinya akan berguna bagi perekonomian masyarakat itu sendiri. Terlebih, cukup mudah dilakukan dan diterapkan.
“Ini mudah diterapkan, akan tetapi karena anggaran terbatas dan terpangkas. Target tahun ini harusnya ada kurang lebihnya 20 lokasi yang dilakukan demplot kolam bulat ini,” ujarnya, Kamis (19/11).
Tetapi, dengan anggaran yang minim ini demplot kolam bulat hanya bisa diterapkan di 1 lokasi saja yaitu di desa Dompyong Wetan, Kecamatan Gebang.
Inipun, tutur Anas, tidak memaksakan sosialisasi demplot ini kepada warga. Hanya kepada warga yang ingin saja. Dengan begitu pihaknya akan memfasilitasi sesuai kebutuhan di pekarangan rumahnya dan memberikan bibit ikan yang ingin mereka rawat.

Tak harapkan income apapun, Anas dan bidang budidaya serta dinas perikanan dan kelautan hanya menginginkan masyarakat Cirebon dapat bangkit secara ekonomi.
Melalui program sosialisasi demplot kolam bulat di pekarangan rumah ini, dapat membawa kebaikan bagi masyarakat secara ekonomi atau finansial.
Anas mengungkapkan pengembangan kolam bulat sendiri cukup berguna bagi siapapun, dimanapun, dan kapanpun.
Alasan tersebut tidak begitu saja ia lontarkan melainkan, dikarenakan kolam bulat ini bisa menyesuaikan modal dan luas pekarangan rumah yang dimiliki orang tersebut.
Karena, hanya dengan menggunakan kerangka besi dan terpal semi karet dengan ukuran paling kecil diameter kurang lebihnya 2 m, cukup merogoh kocek sekitar 1 jutaan rupiah.
“Dengan begitu kolam ini dapat berguna untuk budidaya beberapa jenis ikan terutama ikan lele dan gurame yang menjadi jenis dominan budidaya ikan di kawasan Cirebon,” tuturnya, pada Kamis (19/11).
Selain itu, kolam ini dapat bertahan lama minimal 5 tahun bahkan lebih, bergantung pada perawatan kolamnya. Meski, kolam masih baru, tetapi jarang dilakukan perawatan seperti kuras dan pembersihan maka, tetap akan cepat rusak.
Kolam bulat seperti ini pun sifatnya sederhana atau simple mudah dibongkar dan pasang dimanapun tempat sisi pekarangan rumah yang diinginkan. (Sarrah/Job/FC)








Tinggalkan Balasan