Dampak El Nino, BPBD Petakan Wilayah Rawan Kekeringan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
“Dikawatirkan akibat El Nino ini ada kebakaran hutan dan lahan. Bahkan mengakibatkan kekeringan yang membuat kebutuhan air bersih berkurang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Juwanda, BPBD Kabupaten Cirebon telah memetakan titik-titik wilayah mana yang memang menjadi langganan kekeringan kemarau ini.
“Menurut data yang sudah terjadi dari 40 kecamatan ada 29 kecamatan dan 195 desa yang terdampak rawan kekeringan dari berbagai kreteria, keringan banget, kering sedang dan biasa. Untuk kekeringan biasa memang membutuhkan air bersihnya tetapi tidak seperti kering sekali,” katanya.
Juwanda menjelaskan, tahun 2022 tidak ada kekeringan yang cukup signifikan, karena masih kategori kemarau basah.
“Tahun kemarin masih aman karena kemarau basah, jadi tidak ada permintaan bantuan karena terjadi kekeringan di daerah,” katanya.
“Pemkab Cirebon melalui BPBD tetap mengatisipasi dari efek El Nino. Bahkan pihaknya akan membuat keputusan bupati terkait kesiapsiagaan bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan