Daftar Tunggu Haji di Majalengka Capai 20 Tahun
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Peminat untuk menjadi calon jamaah haji di Kabupaten semakin hari semakin banyak. Saking banyaknya pendaftar calon haji, maka koata pemberangkatannya pun semakin lama. Waktu daftar menunggu keberangkatan haji di Kabupaten Majalengka, tercatata mencapai 20 tahun ke depan.
Hal itu disampaikan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Majalengka, Sofyan Firdaus, Senin (30/1).
Menurutnya, lama waktu tunggu itu lebih pendek jika dibandingkan dengan kota-kota besar, seperti Bogor atau Depok hingga 30 tahun.
“Bagi yang daftar sekarang harus menunggu 20 tahun. Angka segitu masih rendah dibanding kabupaten lain atau kota besar lain,” ujarnya.
Dia mengatakan, untuk keberangkatan calon jemaah haji tahun 2023 ini akan diprioritaskan bagi jemaah yang ditunda keberangkatannya karena faktor usia pada tahun lalu. Selain itu, beberapa jemaah juga yang mendaftarkan diri pada 2012 lalu.
“Untuk tahun ini yang daftarnya tahun 2012 lalu atau 10-11 tahun lalu, sekarang juga diprioritaskan bagi mereka yang kemarin tertunda akibat keterbatasan usia,” ucap dia.
Adapun, jika merujuk pada kuota sebelumnya, maka Majalengka memiliki kuota calon haji di tahun 2023 ini sebanyak 500-an orang. Meski demikian, pihaknya menunggu keputusan resmi mengenai kuota jemaah dan jadwal keberangkatan dari Pemprov Jabar.
Terpisah Ihsan calon jamaah haji asal Desa Wanasalam, Kecamatan Ligung mengatakan dirinya beserta sang istri bersyukur bisa berangkat menunaikan rukun Islam ke 5 tahun ini. Dirinya mendaftar calon haji pada tahun 2012 silam. Saat itu dijadwalkan berangkat haji tahun 2022, cuman terkendala pandemi Covid 19 maka keberangkatannya tertunda dan baru bisa berangkat tahun ini.
” Alhamdullilah tahun ini saya bersama istri bisa berangkat menunaikan ibadah haji, setelah menanti sekitar 10 tahun lebih. Mudah mudahan keberangkatannya lancar dan bisa menjalankan ibadah haji dengan khusyu,” ujar Ihsan.
Namun ketika ditanya terkait ada penambahan biaya haji tahun ini, Ihsan menyerahkannya kepada pemerintah dan penyelenggara haji.
” Saya mah mengikuti aturan saja, mudah mudahan pemerintah juga bisa mengerti keadaan ekonomi masyarakat yang saat ini belum stabil akibat hantaman badai pandemi Covid – 19,” pungkasnya singkat. (Munadi)








Tinggalkan Balasan