KAB.CIREBON, (FC).- Pemerhati sosial Cirebon Timur, H. Dade Mustofa Efendi, mengajak masyarakat Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, untuk menyikapi dinamika pembangunan fasilitas produksi PT Victory Chingluh Indonesia secara bijak dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.

Menurut Dade, investasi berskala besar seperti PT Victory Chingluh Indonesia harus dilihat secara objektif karena berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Cirebon Timur.

“Masyarakat Gebang harus betul-betul bijak serta tidak mudah terprovokasi. Jangan sampai isu tertentu justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain dan merugikan kepentingan masyarakat secara luas,” ujar Dade.

Ia menilai, setiap aspirasi masyarakat terkait pembangunan, termasuk persoalan lingkungan, penyerapan tenaga kerja lokal, maupun dampak sosial, merupakan hal yang wajar untuk disampaikan.

Namun, penyampaiannya harus dilakukan melalui mekanisme yang tepat dan berdasarkan data.

Menurutnya, kritik yang konstruktif justru diperlukan agar keberadaan investasi tersebut dapat berjalan sesuai harapan masyarakat dan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kritik dan masukan terkait lingkungan, drainase, maupun tenaga kerja lokal tentu penting. Tetapi harus disampaikan melalui jalur yang benar, dengan data yang jelas, serta mengedepankan musyawarah,” katanya.

Putra asli Gebang tersebut menegaskan, kehadiran investor di Cirebon Timur perlu dikawal bersama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Ia juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar menjaga kondusivitas wilayah selama proses pembangunan berlangsung.

“Mari kita kawal investasi ini agar benar-benar membawa kemaslahatan bagi masyarakat Gebang dan Cirebon Timur. Persatuan, dialog, dan komunikasi harus tetap menjadi dasar dalam menyikapi setiap persoalan,” pungkasnya.

Dade berharap seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, tokoh daerah, maupun perusahaan, dapat membangun komunikasi yang terbuka sehingga investasi yang masuk mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kepentingan lingkungan dan masyarakat. (Nawawi)