KAB. CIREBON, (FC).- Tingkat penyerapan kredit pemilikan rumah dengan skim fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR-FLPP) di Cirebon cukup tinggi.

Bahkan, Cirebon menempati urutan ketujuh sebagai daerah dengan penyerapan FLPP tertinggi secara nasional.

“Cirebon ini adalah lumbungg penyerapan FLPP 7 terbesar secara nasional,” ungkap Gunadi kepada FC, pekan lalu.

Tahun 2022 lalu, realisasi penyerapan KPR FLPP di wilayah Ciayumajakuning mencapai 6000 unit, dan REI Cirebon menargetkan tahun 2023 ini 8000 unit.

“Secara nasional, kuota untuk rumah subsidi tahun 2023 ada peningkatan sekitar 30.000 – 40.000 unit, sehingga targetnya kita untuk tahun ini 8.000 unit rumah subsidi untuk wilayah Ciayumajakuning,” ujarnya.

Data yang dirangkum FC dari website resmi BP Tapera pada Kamis (9/3), tercatat realisasi realisasi penyaluran dana FLPP tahun 2022 secara nasional mencapai 223.000 unit.

Sedangkan untuk Jawa Barat penyaluran dana FLPP terealisasi sebanyak 66.462 unit.

Dari jumlah tersebut, wilayah Ciayumajakuning berkontribusi sebanyak 6.930 unit yang meliputi Kabupaten Cirebon (4.224 unit), Kabupaten Kuningan (1.029 unit), Kabupaten Indramayu (839 unit), Kabupaten Majalengka (599 unit), dan Kota Cirebon sebanyak 239 unit.

Secara nasional, Kabupaten Cirebon berada pada urutan ketujuh sebagai daeerh dengan penyerapan FLPP terbesar. Peringkat pertama terbesar ditempati oleh Kabupaten Bekasi.

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) adalah dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang sejak tahun 2022 pengelolaannya dilaksanakan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). (Andriyana)