Cirebon Islamic School Raih Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional
KOTA CIREBON, (FC).- Cirebon Islamic School (CIS) berhasil membawa nama harum Kota Cirebon ke tingkat nasional setelah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2025.
Penghargaan tersebut kembali diserahkan kepada CIS dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon, 17 Agustus 2026.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo sebagai bentuk apresiasi pemerintah kota Cirebon terhadap capaian CIS di bidang lingkungan hidup.
“Pemberian ulang atau penyerahan ulang untuk kota diserahkan oleh Wali Kota saat upacara 17 Agustusan sebagai penghargaan kepada CIS,” kata Ketua Yayasan Pendidikan Madani Cirebon sekaligus pendiri CIS, Dede Muharam, kepada wartawan, Selasa (18/7).
Dede mengaku bersyukur sekolah swasta yang didirikannya mampu mencapai tingkat nasional.
“Kami senang dan bersyukur dengan Adiwiyata. Tapi ada atau tidak ada Adiwiyata, kami memang sudah mendesain agar sekolah ini menjadi sekolah yang asri,” ujarnya.
Menurut Dede, konsep sekolah ramah lingkungan telah menjadi bagian dari visi CIS sejak awal.
Karena itu, pembangunan sekolah tidak hanya membangun gedung dan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjaga ekosistem alam yang sudah ada.
Pihak sekolah mempertahankan pohon-pohon yang telah tumbuh sekaligus menambah vegetasi baru.
Pohon mangga dan berbagai jenis tanaman lainnya terus ditanam untuk menciptakan lingkungan yang sejuk, bersih, nyaman, dan asri.
“Khususnya pohon-pohon mangga dan pohon-pohon lainnya itu kami tambah, sehingga rasa asri, nyaman, sejuk, bersih, itu yang kami lakukan terus,” katanya.
Komitmen tersebut terlihat dari pemanfaatan lahan CIS. Sekitar 65 persen dari total luas lahan sekolah dialokasikan untuk penghijauan.
Kondisi tersebut dinilai menjadi keunggulan tersendiri bagi sekolah yang berada di kawasan perkotaan.
Dede mengatakan keberadaan pepohonan tidak hanya mempercantik kawasan sekolah. Vegetasi juga menjadi sumber oksigen sekaligus menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman bagi siswa.
“Alhamdulillah, bukan lagi menata pohon-pohon yang lama, tetapi juga menambah menjadi jantung dan paru-parunya anak-anak, menjadi kesehatan buat anak-anak,” ungkapnya.
Selain pepohonan, kawasan penghijauan CIS dilengkapi kolam ikan dan berbagai tanaman bunga.
Kombinasi tersebut membuat lingkungan sekolah tidak sekadar hijau, tetapi juga menjadi ekosistem kecil yang mendukung kenyamanan warga sekolah.
“Sudah beberapa tahun ini anak-anak betah berada di sekolah. Orang tuanya nunggu sampai jam lima lebih, anaknya masih ingin main di sekolah,” tambahnya.
Setelah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional, CIS tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut.
Dede mengatakan pihaknya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti penilaian hingga jenjang yang lebih tinggi di tingkat ASEAN.
Menurut dia, tantangan sekolah di wilayah perkotaan adalah keterbatasan lahan untuk menyediakan ruang terbuka hijau.
Lingkungan pendidikan tidak cukup hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga harus mampu menghadirkan ruang terbuka yang sehat bagi siswa.
“Kalau pagi hari itu kita bisa mendengarkan kicauan burung, dan itu susah di kota Cirebon,” ujar Dede. (Agus)








Tinggalkan Balasan