Cirebon Creative Center, Wadah Anak Muda Berekspresi
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Proyek revitalisasi Alun-alun Kejaksan dan Cirebon Creative Center, buah hasil pemikiran dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Hal ini guna mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin dan menaikkan kualitas peradaban.
Diakuinya, selama masih menjabat sebagai Gubernur Jabar, dia tidak akan sungkan memberikan kepada daerah yang bisa untuk menaikkan kualitas peradaban bangsa Indonesia.
Alun-alun, lanjut pria yang akrab disapa Kang Emil, bisa menjadi ruang demokrasi, yang kaya dan miskin bisa datang ke tempat yang sama, tempat menyampaikan pendapat, kesenian, ekonomi dan lainnya.
“Masyarakat yang sebelumnya tidak datang menjadi datang, yang dulunya diam menjadi terinspirasi,” ujar suami dari Atalia Praratya ini, usai meresmikan Cirebon Creative Center, Rabu malam (21/4).
Sedangkan Gedung Creative Center merupakan wadah bagi anak-anak muda di Ciayumajakuning untuk berekspresi.
Gedung ini sangat dibutuhkan sebagai sarana berekspresi anak-anak muda, untuk menghasilkan industri kreatif di wilayah Ciayumajakuning.
Dikatakannya, perjuangan untuk sampai dengan hari ini tidaklah mudah. Setelah Bakorwil ditiadakan, Gedung Negara menjadi sepi. Melalui pemikiran yang panjang, maka gedung negara harus dimanfaatkan untuk warga Ciayumajakuning.
“Yang menjadi arsitek Creative Center merupakan guru dan senior saya, Ahmad Juhara, yang telah meninggal karena terpapar Covid-19 di awal April tahun lalu. Untuk itu saya akan memberi nama ruang kreatif Ahmad Juhara,” ungkap Kang Emil.
Ahmad Juhara merupakan orang yang kreatif dan Kang Emil berharap bisa menularkan semangat kreativitas generasi muda di Ciayumajakuning.
“Gedung Negara ini masih luas, halaman belakangnya bisa untuk tempat selfi yang bagus,” imbuhnya.
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, menjelaskan pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan.
Termasuk sektor pariwisata, banyak pelaku industri pariwisata yang harus gulung tikar karena tidak mampu bertahan.
Selain itu, banyak pula SDM pada bidang industri pariwisata yang harus kehilangan pekerjaan karena tempat bekerjanya berhenti beroperasi.
“Karenanya, kami merasa sangat terhormat dan sangat berterima kasih saat kota kami dipilih menjadi salah satu kota di Jabar yang mendapatkan pembangunan creative center dari Pemprov Jabar,” ungkap Azis.
Keberadaannya diyakini Azis mampu mengakselerasi pengembangan industri kreatif di Kota Cirebon. Pihaknya juga berkomitmen untuk memfungsikan Creative Center ini semaksimal mungkin.
Sehingga Kota Cirebon dapat menjadi kota yang kreatif dan menjadikan industri kreatif sebagai salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Cirebon.
“Besar harapan saya, peresmian Creative Center dapat memacu pelaku industri kreatif di Kota Cirebon untuk terus mengembangkan kreativitas mereka,” harap Azis.
Sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Cirebon bisa meningkat. Ini juga selaras dengan visi dan misi Pemda Kota Cirebon, yaitu menjadikan Kota Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah.
Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jabar, Boy Iman Nugraha menjelaskan, pembangunan creative center selama dua tahun yaitu 2019 dan 2020 sebenarnya dianggarkan Rp16 miliar.
“Namun baru terlaksana Rp5,2 miliar. Pembangunan Creative Center juga merupakan program strategis dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dengan tujuan untuk meningkatkan nilai kreativitas di wilayah Ciayumajakuning,” jelasnya.
Terkait fasilitas yang tersedia, diantaranya ruang workshop, galeri, ruang pamer, studio dan ruang interaksi serta kolaborasi pelaku kegiatan dan industri kreatif di wilayah Ciayumajakuning.
“Sehingga diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning,” tutupnya. (Agus/FC)








Tinggalkan Balasan