KAB.CIREBON, (FC).- Kemacetan di kawasan industri Cirebon Timur mulai mendapat perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiapkan sejumlah skenario besar untuk mengurai kepadatan kendaraan, mulai dari pembangunan empat jalur alternatif, jalan penghubung kawasan industri, hingga usulan pembangunan flyover.

Langkah tersebut mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas dan Pembahasan Permasalahan Lalu Lintas Wilayah Ciledug–Pabuaran–Waled di Aula Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Selasa (28/7).

Forum tersebut dihadiri jajaran pemerintah desa, pelaku usaha, serta sejumlah pihak terkait.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Dara Darmanto, mengatakan peningkatan aktivitas industri di wilayah Ciledug menjadi salah satu faktor utama melonjaknya volume kendaraan.

Kondisi itu menyebabkan ruas jalan utama mengalami kepadatan, terutama saat jam masuk dan pulang kerja.

“Persoalan kemacetan di Cirebon Timur harus ditangani secara serius melalui pembangunan infrastruktur dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Dara.

Menurutnya, Pemkab Cirebon telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif sebagai upaya membagi beban kendaraan yang selama ini bertumpu di jalur utama.

Empat jalur yang menjadi perhatian tersebut yakni peningkatan ruas jalan Leuweung Gajah–Babakan Bojongnegara, peningkatan jalur dari Alun-alun Kecamatan Ciledug menuju Desa Ciledug Lor, serta pembangunan jalan tembus dari kawasan Desa Tenjomaya atau PT Chinli Footwear Manufacturing Indonesia menuju Pabedilan Kidul–Pakusamben hingga terkoneksi dengan kawasan industri PT TKG Taekwang Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengusulkan pembangunan flyover yang menghubungkan Desa Jatiseeng dengan Desa Ciledug Tengah.

Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalur Pantura Cirebon Timur.

“Usulan flyover masih dalam proses. Kami berharap dapat segera mendapat dukungan dan direalisasikan,” katanya.

Namun, Dara menegaskan penyelesaian kemacetan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan jalan.

Perusahaan yang berada di kawasan industri juga diminta ikut berkontribusi dengan menyediakan sarana transportasi bagi para pekerja.

Menurutnya, ribuan kendaraan pribadi milik karyawan yang bergerak secara bersamaan menjadi salah satu penyebab utama kepadatan lalu lintas.

“Penyediaan bus karyawan sangat penting untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan membantu kelancaran arus lalu lintas,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, perusahaan, dan masyarakat terus diperkuat agar persoalan kemacetan di Cirebon Timur dapat ditangani secara bertahap.

“Dengan kerja sama semua pihak, kita optimistis mobilitas masyarakat akan lebih aman, lancar, dan nyaman,” pungkasnya. (Nawawi)