Cegah Stunting dari Remaja, 200 Siswi SMPN 1 Gebang Dibekali Edukasi Kesehatan
KAB.CIREBON, (FC).- Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Cirebon terus diperkuat melalui pendekatan sejak usia remaja. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menyasar remaja putri sebagai calon ibu masa depan melalui edukasi kesehatan dan pola hidup sehat.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Aksi Cegah Stunting di SMPN 1 Gebang, Jumat (11/9). Sebanyak 200 siswi mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan edukasi Pola Hidup Sehat (PHS) di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan pencegahan stunting tidak cukup dilakukan saat anak sudah lahir atau ketika ibu sedang hamil. Menurutnya, upaya tersebut harus dimulai sejak remaja, khususnya remaja putri.
“Adik-adik remaja putri ini adalah calon ibu di masa depan. Pencegahan stunting harus dimulai sejak usia remaja dengan menjaga kesehatan reproduksi dan memenuhi kebutuhan gizi,” ujar Eni.
Ia menjelaskan, remaja putri menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena memiliki risiko mengalami anemia akibat kehilangan darah saat menstruasi.
Kondisi anemia, kata Eni, dapat berpengaruh terhadap kesehatan calon ibu dan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan kondisi stunting apabila tidak dicegah sejak dini.
“Remaja putri sangat rentan mengalami anemia karena mengalami siklus haid setiap bulan. Karena itu, konsumsi tablet tambah darah seminggu sekali sangat penting untuk mencegah anemia,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswi mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin.
Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan senam bersama, sarapan sehat, serta minum TTD bersama sebagai bentuk pembiasaan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari organisasi profesi, yakni Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dan Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI).
Eni menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya bersifat seremonial. Sekolah diharapkan dapat melanjutkan pengawasan dan membangun kebiasaan positif agar konsumsi TTD menjadi bagian dari rutinitas para siswi.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Selain pemenuhan gizi dan pencegahan anemia, Dinkes Kabupaten Cirebon juga mendorong penerapan Germas melalui kebiasaan hidup bersih dan sehat.
“Biasakan sarapan dengan gizi seimbang sebelum beraktivitas, konsumsi makanan kaya protein hewani, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” pungkasnya.
Melalui edukasi sejak remaja, Dinkes Kabupaten Cirebon berharap kesadaran terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi dapat terbentuk lebih awal, sehingga mampu mendukung lahirnya generasi sehat serta memutus mata rantai stunting sejak sebelum masa kehamilan. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan