KUNINGAN, (FC).- Upaya menekan angka stunting terus dilakukan dari berbagai lini. Di Desa Bandorasawetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan Kelompok 01 mengajak masyarakat mencegah stunting melalui edukasi gizi dan inovasi menu makanan sehat.

Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Dusun Manis, Jumat (21/8), tersebut menghadirkan penyuluhan pencegahan stunting, praktik pengolahan makanan tambahan (PMT), sekaligus peluncuran Buku Inovasi RESPEK (Resep Protein untuk Cegah Stunting).

Program tersebut menyasar bayi, balita, termasuk anak dengan risiko stunting, serta para orang tua dan kader Posyandu. Edukasi diberikan terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh, kebersihan lingkungan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Salah satu mahasiswa KKN Kelompok 01 Bandorasawetan, Hadi Suseno, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan langkah nyata yang dapat diterapkan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

“Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan pemahaman teori, tetapi perlu dibarengi praktik yang mudah diterapkan keluarga. Karena itu, kami menghadirkan demo pengolahan makanan dan Buku RESPEK sebagai panduan sederhana bagi orang tua,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melihat langsung proses pembuatan nugget ubi ayam sebagai salah satu alternatif makanan tambahan bergizi. Menu tersebut dipilih karena mengandung protein, mudah dibuat, serta memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan masyarakat.

Selain praktik memasak, mahasiswa juga mengenalkan Buku RESPEK yang berisi berbagai resep makanan berbasis protein dan bergizi. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi bagi orang tua dan kader Posyandu dalam menyiapkan menu sehat untuk anak.

Bidan Koordinator Puskesmas Cilimus, Yeni Jurliani, A.M.Kep., mengapresiasi inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, edukasi yang disertai praktik lebih mudah dipahami masyarakat karena memberikan contoh langsung.

“Edukasi seperti ini sangat penting karena orang tua tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga melihat langsung bagaimana makanan bergizi bisa dibuat dengan bahan sederhana dan mudah diperoleh,” katanya.

Sementara itu, Bidan Desa Bandorasawetan, Rizqki Rianti, A.M.Keb., menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan kader Posyandu dalam memantau pertumbuhan anak.

“Pemantauan pertumbuhan anak harus dilakukan secara rutin. Orang tua juga perlu memperhatikan asupan makanan dan pola asuh agar masalah pertumbuhan bisa diketahui sejak dini,” ujarnya.

Ketua TP PKK Desa Bandorasawetan, Sukaesih, turut menyambut baik hadirnya Buku RESPEK. Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai program KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan masyarakat.

“Harapannya, buku ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat dan kader Posyandu untuk mendukung pemenuhan gizi anak,” tuturnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNISA berharap Buku RESPEK dapat menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan dalam membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan generasi sehat dan berkualitas. (Angga)