Cegah Jerat Pinjol, Warga Cibogo Diedukasi Kelola Keuangan
KAB.CIREBON, (FC).- Rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat mudah terjebak pinjaman online (pinjol).
Untuk mencegah persoalan tersebut, warga Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, mendapat edukasi pengelolaan keuangan keluarga.
Kegiatan bertajuk “Keluarga Hebat, Pinjol Lewat” itu digelar di Aula Balai Desa Cibogo, Rabu (2/9), dengan menyasar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
Narasumber dari Universitas Gunung Jati (UGJ), Nurhana Dhea Parlina mengatakan, kemampuan mengatur keuangan menjadi benteng utama agar keluarga tidak bergantung pada pinjaman.
“Pengelolaan keuangan yang baik menjadi benteng keluarga dari pinjol,” ujar Nurhana.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara menyusun keuangan rumah tangga, mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran, menentukan skala prioritas kebutuhan, hingga membangun kebiasaan menabung.
Menurut Nurhana, kondisi ekonomi keluarga tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga bagaimana kemampuan mengatur uang yang dimiliki.
“Berapa pun penghasilan kita, biasakan menyisihkan untuk tabungan. Dana darurat sangat penting ketika keluarga menghadapi kebutuhan mendesak,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu kunci pengelolaan keuangan keluarga adalah keterbukaan antaranggota keluarga. Setiap persoalan ekonomi harus dibicarakan bersama agar dapat dicari solusi tanpa mengambil keputusan yang berisiko.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan.
Gaya hidup konsumtif serta keinginan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi dapat membuat pengeluaran tidak terkendali.
“Komunikasi keluarga harus intensif. Jangan ada rahasia soal kondisi keuangan, sehingga setiap masalah bisa dicari solusinya bersama,” jelasnya.
Nurhana menambahkan, kemudahan akses pinjaman online sering kali membuat masyarakat tergoda mengambil pinjaman tanpa memahami risiko yang akan dihadapi.
Karena itu, pemahaman mengenai literasi finansial menjadi penting agar masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan ekonomi.
Sementara itu, Kuwu Desa Cibogo Ahmad Hudori mengapresiasi kegiatan edukasi yang digelar mahasiswa dan dosen pembimbing UGJ tersebut.
Menurutnya, pengelolaan keuangan rumah tangga menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat karena masih banyak keluarga yang belum memahami cara mengatur pemasukan dan pengeluaran secara tepat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan pemahaman tentang cara mengelola keuangan keluarga,” ungkapnya.
Kuwu yang akrab disapa Ahud itu menilai keberadaan mahasiswa UGJ melalui program KKN memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain bidang pendidikan, mahasiswa juga menghadirkan kegiatan yang menyentuh persoalan sehari-hari warga.
Ia berharap edukasi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga sehingga masyarakat lebih mandiri secara ekonomi dan tidak mudah tergiur pinjaman yang berisiko.
“Keluarga Hebat, Pinjol Lewat. Kalau keuangan keluarga dikelola dengan baik, kebutuhan dapat direncanakan dan ketergantungan pada pinjaman bisa dihindari,” pungkasnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan