Cegah Diare Akut, Dinkes Perkenalkan Vaksin Rotavirus
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Vaksin rotavirus mulai diperkenalkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon kepada masyarakat. Vaksin rotavirus adalah salah satu jenis imunisasi tambahan untuk melindungi tubuh dari infeksi rotavirus. Virus ini menginfeksi usus dan menyebabkan diare pada bayi dan anak-anak.
Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Dendi Hamdi menyampaikan, program pengenalan vaksin rotavirus sudah dimulai sejak awal Agustus 2023 ini. Program introduksi tersebut, dilaksanakan secara serentak di Jawa Barat.
Menurut Dendi, sasaran pemberian vaksin tersebut adalah balita usia dua bulan. “Sasarannya adalah anak usia 2 bulan, kita berikan satu dosis,” kata Dendi, Rabu (30/8).
Pemberian vaksin tersebut akan diulang dua kali setelah interval waktu empat minggu atau saat anak berusia tiga bulan dan empat bulan. “Jadi pemberiannya tiga kali, untuk introduksi pertama itu di usia 2 bulan. Kalau kurang dari dua bulan tidak bisa,” jelasnya.
Dendi menyebutkan, manfaat vaksin rotavirus adalah untuk mencegah kasus diare akut. Dimana, diare akut ini menjadi salah satu dari 10 besar penyakit yang tertinggi di Kabupaten Cirebon. Bahkan, ranking penyakit tersebut berada di urutan dua dari 10 penyakit tertinggi. Bagi masyarakat yang ingin anak balitanya terbebas dari penyakit diare akut, bisa datang langsung ke pelayanan Posyandu di masing-masing desa.
Disinggung capaian dari pemberian vaksin rotavirus, Dendi mengaku belum bisa menyebutkan datanya, karena masih terkendala teknis pelaporan. Pasalnya, sejauh ini pelaporan masih dilakukan dengan dua cara, yakni laporan manual dan laporan berbasis aplikasi.
“Kita sedang sinkronkan, karena acuan dari pusat itu laporan yang diakui berbasis aplikasi. Makanya kita sedang monev karena inputan masih rendah, infonya sih kebanyakan belum terinput,” ungkapnya. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan